“Tadi saya juga minta di areal sate maranggi itu kan dalam setiap bulan ada pajak tinggi sekitar Rp1,5 miliar, tidak masalah pajaknya diarahkan pada perbaikan pusat oleh-oleh di samping Kecamatan Cibungur yang sekarang sudah mulai kumuh,” kata dia.
Selain itu, ia juga berharap agar Purwakarta kembali seperti dulu. Artinya di areal jalan protokol harus bersih dari atribut partai. Atribut partai tidak boleh dipasang di sembarang tempat seperti dulu dan harus di tempat khusus.
“Karena kalau terus-terusan dibiarkan, kota ini akan dipenuhi baliho kan keindahannya hilang. Saya ingin keindahan Purwakarta seperti dulu,” katanya.
Ia berharap semua aspirasi tersebut bisa ditindaklanjuti, sehingga di sekitar satu tahun kepemimpinan Penjabat Bupati Purwakarta Benni Irwan permasalahan infrastruktur dan keindahan bisa kembali seperti dulu lagi.
Sementara itu, saat dimintai tanggapan atas keluhan dan saran yang disampaikan Dedi Mulyadi, Penjabat Bupati dan Sekda Purwakarta Norman Nugraha enggan memberi komentar kepada sejumlah jurnalis.(*)






