Perjuangan ABK, Syifa Aulia Melawan Gelapnya Dunia

Siswi kelas IV SLB A Budi Nurani Kota Sukabumi, Syifa Aulia saat bernyanyi bersama temannya di asrama SBL A Budi Nurani.

Meski rumahnya sangat jauh di Kecamatan Cijati Kabupaten Cianjur Selatan, kedua orang tuanya tidak kehabisan akal. Dicarinya berbagai referensi sekolah khusus yang melayani anak ABK.

Hingga pada akhirnya, mereka mendapat informasi bahwa di daerah tetangganya yakni di Kota Sukabumi ada sekolah khusus bernama SLB Budi Nurani. Keduanya bergegas menembus batas jarak, waktu dan tenaga.

Bacaan Lainnya

Jauhnya perjalanan tetap mereka tempuh agar putrinya mendapatkan layanan pendidikan yang layak. Hingga pada suatu ketika, keduanya sampai ke Kota Sukabumi. Di sepanjang jalan, mereka mencari alamat dengan bertanya ke pengguna jalan tentang SLB A Budi Nurani yang letaknya di Jalan Balandongan No.07/03, Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, dan alamat yang dimaksudpun ditemukan.

“Syifa adalah anak yang cerdas. Semangatnya pun begitu tinggi untuk belajar. Sebagai orang tua, kami berkewajiban untuk memberikan pendidikan yang layak kepadanya,” tutur kedua orang tuanya.

Waktupun berganti, wartawan Radar Sukabumi pun bertemu dengan Kepala SLB A Budi Nurani, Tanti R Kanti. Percakapanpun dimulai. Memang benar salah satu anak didiknya bernama Syifa merupakan siswi pindahan dari salah satu SDN Cianjur. Ia mulai duduk di bangku sekolah berkebutuhan husus ini sejak kelas II.

“Memang awalnya orang tuanya yang mendaftarkan ke sini. Kalau Syifa tetap lanjut sekolah di sekolah umum, kasihan juga tidak terurus. Karena Syifa ini termasuk ABK dan kebetulan sekolah yang ia tempati dulu itu bukan sekolah inklusi,” ucap Tantri.

Karena Syifa merupakan warga Cianjur, dan jarak rumah dengan sekolah sangat jauh maka kedua belah pihak sepakat bila Syifa sehari-harinya tinggal di asrama yang sudah disediakan pihak SLB bersama dengan anak berkebutuhan khusus lainnya.

Selama berada di asrama, Syifa sendiri merasa sangat nyaman karena memiliki banyak teman yang sama-sama punya keterbatasan. Bahkan siapa sangka, justru di SLB Budi Nurani inilah ia menemukan bakat terpendamnya.

Kualitas Syifa dalam melantunkan sebuah nada saat sedang bernyanyi begitu terdengar merdu. Setiap syair yang  dinyanyikannya penuh dengan penghayatan yang tinggi. Sehingga, siapapun yang melihat dan mendengarkannya bernyanyi terkagum-kagum dengan suara merdunya.

Dibimbing oleh para guru yang sabar dan terampil, Syifa lambat laun berhasil menemukan bakatnya. Perlahan tapi pasti, prestasinya kian moncer saja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan