Featured

Impikan Kota dengan Listrik dari Energi Hidrogen

×

Impikan Kota dengan Listrik dari Energi Hidrogen

Sebarkan artikel ini

Sejak digelar 2008, medali Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) selalu dikalungkan kepada tokoh peneliti laki-laki. Baru di edisi 2018, penghargaan tahunan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu jatuh ke peneliti perempuan, Prof Eniya Listiani Dewi.

M. HILMI SETIAWAN, Jakarta

Bank bjb Tandamata

RAUT bahagia terpancar dari wajah Eniya Listiani Dewi setelah menerima penghargaan BJHTA 2018. Penghargaan berupa medali bergambar relief wajah B.J. Habibie itu diserahkan di kantor BPPT, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (10/7). Eniya mengaku tidak menyangka bahwa dirinya merupakan perempuan pertama yang meraih penghargaan BJHTA. “Saya sangat bersyukur,” kata perempuan kelahiran Magelang, 14 Juni 1974, tersebut.

Penghargaan BJHTA diperuntukkan bagi insan pelaku teknologi yang berjasa pada bangsa dan negara. Penerimanya memiliki reputasi nasional maupun internasional di bidang teknologi. Dia juga harus menghasilkan karya nyata dan memberikan dampak dalam bentuk inovasi atau invensi.

Sebelum Eniya, peraih penghargaan BJHTA antara lain penemu rompi pembunuh sel kanker Warsito Purwo Taruna di bidang teknologi informasi dan komunikasi (2015). Kemudian tahun lalu Ibnu Susilo sebagai kreator mobil nasional Fin Komodo. Pembuat mobil listrik Dasep Ahmadi juga pernah mendapatkan BJHTA edisi 2009.

Kepakaran Eniya di bidang energi baru dan terbarukan memang tidak perlu diragukan lagi Melalui risetnya sejak 2004, Eniya berhasil mewujudkan rekayasa teknologi sel bahan bakar (fuel cell). Dia melakukan rekayasa teknologi sehingga bisa menghasilkan sumber listrik yang ramah lingkungan. Yakni dengan mereaksikan gas hidrogen dengan oksigen.