Perempuan yang juga peraih Habibie Award pada 2010 itu mengatakan, melalui proses yang dia lakukan, bisa diperoleh listrik, panas, dan air murni sekaligus. Prosesnya berlangsung tanpa suara, tanpa emisi, dan fleksibel sesuai dengan berbagai macam kebutuhan.
Pemegang tiga paten di bidang energi dan dua di bidang inovasi pangan tersebut menuturkan, keberadaan energi baru dan terbarukan di Indonesia harus menjadi primadona. “Bagi kita, itu (energi baru dan terbarukan, Red) sangat penting,” ucap lulusan SMAN 1 Magelang tersebut.
Menurut Eniya, besarnya investasi oleh negara untuk kesehatan masyarakat Indonesia sudah tidak terhitung. Sementara itu, sumber masalah kesehatan adalah polusi. Itulah sebabnya, dia berharap green lifestyle bisa tumbuh di Indonesia. Salah satu upaya untuk menumbuhkan green lifestyle ialah menggunakan energi baru dan terbarukan.
Lulusan Waseda University, Jepang, itu menjelaskan, banyak negara yang berlomba meningkatkan konsumsi energi berbasis sumber energi terbarukan. “Ada negara yang memasang target konsumsi (energi baru dan terbarukan, Red) 40 persen, bahkan ada yang sampai 90 persen,” ungkapnya.
Green lifestyle yang paling gampang dilakukan ialah penggunaan transportasi publik atau masal. Tetapi, itu saja belum cukup. Sumber energi untuk transportasi publik itu juga harus kategori sumber energi baru dan terbarukan.
Anak pasangan Hariyono dan Sri Ningsih tersebut lantas menjelaskan perkembangan teknologi di bidang listrik hidrogen. Saat ini yang paling ditekankan dalam pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi adalah media penyimpanannya (storage) yang harus terus dikembangkan. Sebab, ke depan produksi listrik sudah sampai ribuan megawatt atau gigawatt. Maka, untuk menyimpan energi listrik yang besar itu, teknologi storage-nya juga harus merambah penggunaan hidrogen.



