DUNIA

Demi Cinta, Pria Australia Ini Jadi Mualaf Syahadat

RADARSUKABUMI.com – Ketika pria Australia Bogart Lamprey memberitahu keluarganya bahwa dia akan masuk Islam, mereka jelas tak gembira. “Mereka pikir saya akan gabung dengan ISIS,” katanya.

Bogart mengaku keluarganya tidak begitu senang dengan keputusan ini.

Dia menggambarkan keluarganya sebagai tipikal keluarga yang sangat Australia.

Namun alasan di balik keputusan pria berusia 32 tahun ini agak menyentuh hati: dia jatuh cinta pada pujaan hatinya.

Terlepas dari perbedaan latar belakang budaya, pria yang biasa disapa Bo ini, jatuh cinta pada Noora Al Matori, wanita kelahiran Irak tapi dibesarkan di Australia.

Noora dan Bo ketemuan untuk pertama kalinya sebuah kafe di kota pedalaman Wagga Wagga.

Sejak itu, tekad Bo sudah tak terbendung lagi. Selain pada Noora, Bo juga telah jatuh cinta pada kehidupan dan budaya Noora.

A man and a woman in a hijab sit side-by-side on a lounge, laughing together. Photo: Pasangan ini telah menikah selama empat tahun dan dikaruniai seorang putri. (ABC News: Isaac Nowroozi)
Saat pertemuan pertama tersebut, Bo memang sudah langsung kepincut dengan Noora yang usianya setahun lebih muda.

Saudara Bo sampai bercanda bahwa dia mungkin akan menikahi Noor. Dan bagi Bo itu bukan candaan semata.

“Saya juga sempat menertawakan candaan ini, tapi saya kemudian merasa saya akan menikahinya,” katanya kapada ABC News.

Selama enam bulan sejak melihat Noora untuk pertama kalinya, Bo bolik-balik ke kafe yang sama dengan harapan bisa melihat Noora lagi.

Dan, kalau bisa menyapanya dan berkenalan.

“Setiap kali datang ke sana, saya tanya wanita tua yang bekerja di situ mengenai Noora,” kata Bogart.

Setelah berusaha beberapa kali dia pun akhirnya bisa ngobrol dan ngopi bareng meskipun bagi Noora hubungan itu tak lebih sebagai teman.

“Saya menganggapnya sebagai teman. Saya besar di lingkungan orang Australia. Teman saya banyak. Jadi tak ada masalah dengan hal itu,” kata Noora.

Namun dia mengaku tak pernah membayangkan dirinya akan menikah dengan seseorang yang bukan orang Timur Tengah.

Selama beberapa tahun sejak perkenalan itu, Bogart terus mendalami budaya dan kehidupan Noora.

Dia tahu bahwa jika ingin hidup bersama Noora, dia harus melakukannya dengan cara tradisional.

Noora Al Matori and Bogart Lamprey with a camel on their wedding day. Photo: Bogart Lamprey mengaku agak sulit menemukan unta yang akan jadi dekorasi acara pernikahan mereka. (Supplied)
“Saya jadi tahu dan memahami agama ini, saya memeluknya, saya belajar Al-Quran setiap malam dan akhirnya masuk Islam,” katanya.

“Lalu saya minta Noora agar menyampaikan ke ayahnya untuk bertemu dan minta restu menikah dengannya. Dan berharap Noora juga mau menikah dengan saya,” papar Bogart lagi.

Sebelumnya dia sebenanrya sudah beberapa kali bertemu dengan keluarga Noora namun hanya sebagai teman. Kali ini situasinya sangat berbeda.

“Saat saya bilang ke ayah bahwa Bo suka saya dan akan datang minta restu, ayah saya memutuskan pergi liburan selama tiga bulan dan menggantung keinginan Bo,” ujar Noora.

Foto pernikahan Noora dan Bo

“Dia ingin memastikan apakah Bo akan bertahan atau akan pergi,” katanya.

Tapi Bogart tak kemana-mana. Dia malah menghabiskan waktu menjalin hubungan dengan anggota keluarga Noora lainnya.

Ketika akhirnya bertemu dengan ayah Noora, Bo datang bersama keluarganya. Dia pun mendapatkan restu sang calon mertu begitu pula dari calon istrinya.

Kedua keluarga itu pun coba saling memahami budaya dan tradisi masing-masing, terutama ketika hari pernikahan kian dekat.

Bagi Bo, pilihannya sudah jelas, apakah keluarganya mau menerima atau tidak, dia akan lanjut dengan kehidupannya bersama Noora.

“Bagi saya, sangat penting agar keluargaku menghargai Bo sama seperti keluarganya menghargai saya,” ujar Noora.

Mereka pun saling menunjukkan penghormatan pada tradisi masing-masing. Keluarga ini, misalnya, bertemu di perayaan hari Natal atau Idul Fitri.

“Ibunda Bo selalu berusaha menyenangkan kami kita,” ujar Noora.

“Kami mengunjunginya saat Natal dan itu tidak ada salahnya. Hubungan ini saling menghargai dan menghormati,” katanya.

Keluarga Noora sendiri selalu berusaha menyayangi suaminya ini, menganggapnya sebagai keluarga sendiri.

1 2Laman berikutnya
Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button