SUKABUMI — Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo, melakukan kunjungan langsung kepada korban bencana pergerakan tanah di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (7/12) pagi.
“Pada hari ini, saya bersama rombongan dari Kemensos mewakili Bapak Menteri Sosial untuk mengunjungi pengungsi akibat pergerakan tanah di Desa Sukamaju,” kata Agus kepada Radar Sukabumi usai meninjau dapur umum di posko darurat bencana retakan tanah Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (07/12).
Berdasarkan pantauan di lapangan Kemensos dilapangan dan laporan petugas Tagana, sambung Agus, banyak bangunan rumah penduduk yang ambruk. Sehingga, para penyintas bencana alam di wilayah tersebut telah dievakuasi ke tiga posko pengungsian. Yakni, SDN Sukamaju, SDN 2 Tegalpanjang dan halaman kantor Desa Sukamaju.
“Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 299 jiwa. Kemensos juga telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi,” timpalnya.
Saat Wamensos melakukan komunikasi dengan pemerintah Desa Sukamaju, Agus telah menerima laporan bahwa sekitar 500 hektar sawah di wilayah Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, berpotensi tidak dapat berproduksi dengan lancar, karena jalur irigasinya rusak di dua titik.
Selain menangani pengungsi dan rumah yang rusak, Wamensos menekankan pentingnya mengelola sumber-sumber kehidupan masyarakat setempat, seperti sawah dan irigasi yang terdampak.
“Pasca-tanggap darurat, kami akan bekerja sama dengan kementerian terkait untuk melakukan perbaikan,” tukasnya.
Kemensos juga telah menyiapkan bantuan seperti kasur, selimut, dan tenda untuk para penyintas bencana.
“Kami telah memastikan bahwa meskipun sekolah dijadikan tempat pengungsian, masih ada ruang kosong yang bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Jika diperlukan, Kemensos juga sudah menyediakan tenda darurat untuk menampung anak-anak yang sedang menjalani ujian,” ujarnya.
“Alhamdulillah, permakanan sudah tersedia dengan baik, tempat tidur untuk pengungsi juga sudah disediakan, dan kebutuhan harian, terutama untuk ibu-ibu, sudah kami penuhi agar mereka merasa nyaman selama masa pengungsian ini,” bebernya.
Pihaknya akan terus memastikan kebutuhan mereka terpenuhi sampai pemerintah memberi izin untuk kembali ke rumah. Pemerintah juga akan melakukan evaluasi dan perbaikan setelah masa tanggap darurat selesai.
“Kami akan memastikan, setelah evaluasi, apa saja yang perlu diperbaiki dan ditangani lebih lanjut,” pungkasnya. (den/d)






