KOTA SUKABUMI – Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi terus meminta masyarakat dapat memilah sampah organik dan sampah non organik mulai dari rumah. Lantaran, usia rampung Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) hanya bisa bertahan sampai akhir tahun ini.
Menurut Kang Fahmi, sapaan karib Achmad Fahmi, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kota Sukabumi amat penting. Terutama, dalam memilah sampah mulai dari hulu, yakni rumah tangga masing-masing.
“Kami minta warga ikut menyelesaikan persoalan sampah di Kota Sukabumi, karena berbagai program pemerintah tentang pengelolaan sampah harus didukung oleh masyarakat,” ungkap Fahmi di hadapan warga pada kegiatan Maulid Nabi di Masjid Jami Baiturrahmah RW 03 Kelurahan/Kecamatan Cikole, belum lama ini.
Selain itu, bagi kaum ibu-ibu yang sering berbelanja, baik itu ke swalayan ataupun ke pasar dapat mengurangi penggunaan kantong plastik. Karena memang, selain sampah rumah tangga, sampah plastik di Kota Sukabumi juga cukup tinggi.
“Kepada para ibu-ibu, minimal dengan membawa kantong belanjaan sendiri ketika berbelanja ke pasar modern maupun tradisional,” ujarnya.
Fahmi juga meminta, masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Karena pemerintah, melalui DLH Kota Sukabumi sudah menyiapkan TPS dan jam pembuangan sampah untuk menyesuaikan pengangkutan sampah.
“Targetnya, warga memahami kondisi sampah di Kota Sukabumi. Warga bisa berkontribusi mengurangi penggunaan plastik dan tidak membuang sampah sembarangan,” imbuhnya.
Di sisi lain, hasil survei yang dilakukan di media sosial disebutkan masalah sampah menjadi peringkat ketiga yang dikeluhkan warga Sukabumi. Oleh karena itu sudah sewajarnya warga dan pemerintah bersama-sama mengatasi masalah sampah.
“Mari kita bekerjasama untuk menyelesaikan persoalan sampah bersama, agar Kota Sukabumi lebih religius nyaman dan sejahtera,” pungkasnya. (upi/d)






