Kembali Drop, Tetap Semangat Untuk Sembuh
Masih ingat dengan seorang guru honorer SMAN 1 Cisolok, Kabupaten Sukabumi, bernama Susan Antela. Namanya sempat menggemparkan media sosial karena mengalami lumpuh dan gangguan penglihatan seusai divaksin dosis kedua pada tahun lalu.
Garis Nurbogarullah, Sukabumi
Susan mengaku, kondisinya sudah mulai membaik dan ada perubahan beberapa waktu lalu, namun saat ini kembali drop dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
“Alhamdulillah sudah membaik, sekarang ada perubahan. Sudah bisa gerak lagi, mata yang awalnya gelap sudah bisa lihat lagi dengan jelas, tangan dan kaki Alhamdulillah sudah bisa kembali gerak, tetapi masih lemas,” ujar Susan kepada Radar Sukabumi, Kamis (17/03).
Bahkan Susan juga sempat dapat kembali ke sekolah untuk mengajar anak muridnya di SMAN 1 Cisolok. Namun beberapa hari lalu saat perjalanan menuju ke sekolah, Susan kembali mengalami drop, sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Sekarang drop lagi dan rujuk lagi ke rumah sakit Palabuhanratu, mulai (masuk rumah sakit) dari hari Senin. Sempat aktivitas lagi, bisa ke sekolah mengajar selama dua minggu, karena masih ada efek kemudian drop lagi,” papar perempuan ramah ini.
Guru seni dan budaya yang divonis mengalami Guillain-Barre Syndrome (GBS) ini, mengaku rutin berobat ke rumah sakit.
Perlu diketahui Guillain-Barre Syndrome (GBS)adalah penyakit langka di mana sistem kekebalan seseorang menyerang sistem syaraf tepi dan menyebabkan kelemahan otot bahkan apabila parah bisa terjadi kelumpuhan.
Hal ini terjadi karena susunan syaraf tepi yang menghubungkan otak dan sumsum belakang dengan seluruh bagian tubuh kita rusak. Kerusakan sistem syaraf tepi menyebabkan sistem ini sulit menghantarkan rangsang sehingga ada penurunan respon sistem otot terhadap kerja sistem syaraf.
Penyebab GBS awalnya tidak diketahui sehingga penyakit ini mempunyai nama lain Acute idiophatic polineuritis atau polineuritis idiopatik akut. Bersama jalannya waktu diketahui bahwa GBS dapat disebabkan oleh kerusakan sistem kekebalan.
Kerusakan sistem kekebalan tersebut menimbulkan pembengkakan syaraf peripheral, sehingga mengakibatkan tidak adanya pesan dari otak untuk melakukan gerakan yang dapat diterima oleh otot yang terserang.
Apabila banyak syaraf yang terserang, di mana salah satunya adalah syaraf sistem kekebalan, sehingga sistem kekebalan tubuh kita pun akan kacau, dengan tidak diperintah dia akan mengeluarkan cairan sistem kekebalan tubuh di tempat-tempat yang tidak diinginkan.
Pengobatan akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh akan berhenti menyerang syaraf dan bekerja sebagaimana mestinya dan gejala hilang dan bisa pulih sehat seperti semula.
Gejala awal antara lain adalah rasa seperti ditusuk-tusuk jarum di ujung jari kaki atau tangan atau mati rasa di bagian tubuh tersebut. Rasa itu dapat menjalar ke bagian tubuh atas tubuh.
Kaki terasa berat dan kaku mengeras, lengan terasa lemah dan telapak tangan tidak bisa mengenggam erat atau memutar sesuatu dengan baik (buka kunci, buka kaleng dan lain-lain).
Gejala awal ini bisa hilang dalam tempo waktu beberapa minggu, penderita biasanya tidak merasa perlu perawatan atau susah menjelaskannya pada tim dokter untuk meminta perawatan lebih lanjut karena gejala-gejala akan hilang pada saat diperiksa.






