Sukabumi Siaga Corona, 9 PDP, 58 ODP

SUKABUMI – Jumlah kasus penyebaran Covid-19 atau virus corona di Sukabumi terus meningkat. Saat ini, dari data yang dihimpun Radar Sukabumi, ada sembilan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 58 masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Kesembilan pasien yang masuk kategori PDP merupakan warga Kabupaten Sukabumi. Dimana, dua orang selesai pengawasan dan tujuh orang masih dalam pengawasan.

Bacaan Lainnya

Sementara, dari 28 ODP, sudah selesai pemantauan yakni sebanyak 18 orang dan 10 orang masih dalam pemantauan.

“Hari ini data yang sudah kita terima dan sudah divalidasi, PDP ini ada yang sudah kontak dari daerah Bekasi, Jakarta maupun Bogor. Ada juga yang baru pulang umroh,” kata Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19, Harun Alrasyid kepada Radar Sukabumi, kemarin (16/3).

Hingga saat ini, Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan terhadap beberapa orang tersebut. “Kita akan terus melakukan pemantauan terhadap beberapa pasian katagori PDP dan ODP ini hingga selesai. Kami harap, tidak terjadi peningkatan katagoti sehingga semuanya bisa sehat kemabali,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menuturkan, sesuai intruksi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, setiap daerah kota dan kabupaten untuk segera mengantisipasi di lapangan dan juga mengevaluasi kesiapan dari perangkat kesehatan. Khususnya ketersediaan ruang isolasi dan obat penunjang.

“Selain itu, Pemprov Jabar meminta kepada pememrintah daerah mensosialiasikan kepada masyarakat agar sementara waktu tidak melakukan aktivitas diluar rumah hingga kondisinya pulih,” bebernya usai melakukan video conference bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Pendopo Kabupaten Sukabumi.

Marwan menghimbau, sesuai intruksi pemerintah pusat agar masyarakat sementara waktu tidak melakukan aktivitas dan kontak fisik dengan banyak orang.

“Ya, sesuai intruksi pemerintah pusat masyarakat diminta untuk tidak langsung kontak fisik dengan banyak orang dan diminta untuk tidak beraktivitas untuk sementara waktu hingga 29 Maret mendatang,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *