“Untuk proses evakuasi kita menggunakan perahu karet, dari basarnas dan perahu kano dari polres sukabumi,” sambungnya.
Sementara lanjut Suryo lagi, untuk TKP di kampung Gumelar stang mendapatkan laporan permintaan evakuasi tepatnya di RT 04, RW 17, kemudian melakukan kroscek kembali ke lokasi, dan mendapatkan informasi bahwa para korban tidak jadi dievakuasi.
“Jadi rumahnya warga yang sempat terendam rata rata memang berada di dekat aliran sungai sehingga ketika air meluap merendam rumahnya,” paparnya.
Sementara itu Angga Irawan (38) nelayan mengungkapkan, air sungai Cipalabuan meluap sudah terjadi sejak Selasa, (3/12/2024) sore hingga saat ini masih meluap dan menggenangi area jalan menuju PPNP, atau menggenangi area dermaga Palabuhanratu.
“Ini memang langganan, karena pendangkalan sungai, jadi harapannya mudah mudahan segera dikeruk itu sungai Cipalabuan,” singkatnya. (ndi/d).






