BERITA UTAMADinas Pertanian

Kementan Siapkan Tiga Skema Revitalisasi Sawah Terdampak Banjir

×

Kementan Siapkan Tiga Skema Revitalisasi Sawah Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat kunjungannya ke Kampung Lemburkolot, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug.

SUKABUMI – Kementrian Pertanian siapkan tiga skema untuk perbaikan lahan pertanian yang terdampak bencana banjir bandang Cicurug. Selain akan melakukan penanaman ulang, beberpa infrastruktur pertanian akan diperbaiki secara bertahap.

Hal ini diungkapkan oleh, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat kunjungannya ke Kampung Lemburkolot, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug. Menurutnya, dampak banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu merusak ratusan hektar sawah dan infrastukturnya.

Bank bjb Tandamata

“Ya kurang lebih 100 hektar sawah yang terdampak banjir bandang ini, selain itu juga irigasi dan infrastuktur lainya terdampak,” ungkapnya kepada wartawan usia melakukan pengecekan lokasi sawah yang terdampak banjir bandang di Kampung Lemburkolot, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Senin (12/10).

Kementrian Pertanian, lanjut Syahrul, telah menyiapkan tiga skema untuk memulihkan lahan pertanian yang terdampak bencana banjir bandang. Mulai dari, pembenahan lahan dan penanaman ulang hingga perbaikan infrastruktur.

“Kita perbaiki secara bertahap, Kementrian dan pemerintah daerah akan segera melakukan penanganan,” ujarnya.

Selain itu, pemulihan kondisi pertanian dan infrastukturnya juga merupakan kewajiban para kelompok tani hingga petaninya. Harapannya, jika pertanian kembali pulih maka tingkatan produksinya tidak terganggu. “Saya ajak semua pihak,ari kota bangkit bersama. Bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga petaninya,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat menambahkan, lahan pertanian yang terdampak bencana banjir bandang seluas 210 hektar. Diantaranya fuso 22 hektar atau tanaman berumur 7 – 30 hari, sawah rusak yang perlu revitalisasi seluas 110 ha dan ancaman kekeringan.

“Lahan persawahan yang terdampak paling parah, berada di Kecamatan Cicurug, kemudian Kecamatan Cidahu dan lahan pertanian di Kecamatan Parungkuda,” pungkasnya. (upi/d)