Setiap musim kemarau, sambung Wawan, babi hutan ini sering turun ke pemukiman penduduk untuk mencari makan. “Sudah sering babi hutan turun dari gunung. Namun, untuk peristiwa ini baru pertama kalinya. Menyerang warga hingga harus dibawa ke rumah sakit,” tandasnya.
Camat Gegerbitung, Endang Suherman mengatakan, setelah mendapatkan laporan tersebut, petugas gabungan dari Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kecamatan Gegerbitung dan warga setempat, langsung memburu babi tersebut.
“Kami terpaksa membunuh babi ini sekira pukul 16.00 WIB, karena dikhawatirkan banyak korban lagi. Babi ini, tewas setelah dikepung oleh warga sekitar menggunakan golok, kayu dan batu,” jelasnya.
Akibat peristiwa ini, ujar Endang, seorang warga mengalami luka cukup serius di bagian kaki kananya. Lantaran berulang kali diseruduk dan digigit oleh babi hutan tersebut.
“Saat itu juga, kami langsung membawa korban ke Puskesmas Kecamatan Gegerbitung untuk mendapatkan tindakan tim medis.
Namun karena lukanya cukup serius, korban dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Saat ini, kondisi kesehatan korban sudah berangsur baik. Hanya saja pada bagian lukanya masih terdapat pendarahan. Ya, rencananya pada Senin korban akan dioperasi,” pungkasnya. (Den/d)






