Aktivitas Tambang di Cagar Alam Leuwikenit, Tak Memiliki IUP

  • Whatsapp
Suasana aktivitas tambang batu di bantaran sungai Leuwikenit Desa Padaleuman, Kecamatan Surade

SUKABUMI – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi Dedah Herlina, akhirnya angkat bicara soal aktivitas tambang batu pecah di bantaran sungai Leuwikenit, Desa Padaleuman, Kecamatan Surade, yang menuai protes dari semua kalangan itu.

DLH Kabupaten Sukabumi, menilai aktivitas tambang yang yang berada di lokasi salah satu kawasan objek wisata yang masuk dalam cagar alam Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu (GNCP), diduga tidak mengantongi izin.

Bacaan Lainnya

“Kalau aktivitas tambang itu, kewenangannya berada di pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sementara, untuk pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi hanya memiliki kewenangan dalam memberikan surat rekomendasi saja.

Jadi, yang memberikan surat izin itu berada di Provinsi Jawa Barat,” kata Dedah kepada Radar Sukabumi, Selasa (13/10).

Kuat dugaan akivitas tambang batu pecah yang berada di kawasan Cagar Alam Leuwikenit itu, belum mengantongi izin.

Karena selain dianggap merusak cagar alam yang masuk pada kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, juga dalam aktivitasnya tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP).

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *