SUKABUMI – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Yani Jatnika Marwan mengaku sedih dengan adanya kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sisiwi klas 1 di salah satu SD di Kecamatan Gegerbitung.
“Dalam dugaan kasus ini, P2TP2A bersama pihak camat sedang melakukan pendampingan, dan sudah membawa korban ke RSUD Sekarwangi untuk dilakukan visum,” ujar Jatnika Marwan melalu pesan Whatappnya kepada koran ini, kemarin (24/10).
Selanjutnya, pihakya akan melakukan pendampingan psikolog. Soalnya, disini bukan korban saja yang harus mendapatkan pendampingan, tapi terduga pelaku juga sama mereka juga korban yang harus mendapakan pendampingan. “Pihak sekolahpun akan kita mintai keterangannya, sebab informasinya kejadian terjadi di waktu jam sekolah,” katanya.
TP2TP2A bersama Dinas Pendidikan (Disdik) akan melakukan pendampingan kusus kepada korban maupun terduga pelaku. “Mereka semua korban. Kasus ini benar-benar menampar dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Saya sedih sekali,” tutur Jatnika.
Sedangkan, menyikapi kejadian dugaan pencabulan anak SD oleh temannya sendiri, Disdik Kabupaten Sukabumi dalam hal ini melalui Kepala bidang (Kabid) Sekolah Dasar, Iyus Yusuf Hilmi mengatakan bahwa korban akan segera dipulihkan. Namun, pihaknya juga saat ini mesti menunggu hasil Visum Et Repertum (keterangan dari kedokteran. red) apakah korban sudah dicabuli atau masuk kategori pelecehan seksual saja.
“Ya kejadian itu benar adanya. Cuma kita masih melihat dan menunggu hasil visum untuk penanganan lebih lanjut. Karena, treatment (pengobatan. red) akan berbeda antara korban pencabulan dan pelecehan saja,” aku Iyus.





