PALABUHANRATU – Istri bupati Sukabumi Yani Jatnika Marwan kunjungi ratusan warga kampung gempol, desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi ditempat pengunsian.
Kedatangan istri bupati Sukabumi tersebut, selain untuk menyalurkan bantuan bagi ratusan masyarakat korban pergerakan tanah tersebut juga memberikan trauma hiling yang bertujuan untuk meningkatkan semangat mereka yang ditengah di rundung bencana alam yang dihadapi.
Camat Palabuhanratu Deni Yudono mengapresiasi adanya kunjungan dari istri bupati Sukabumi tersebut yang juga merupakan ketua penggerak tim PKK Kabupaten Sukabumi, dimana kedatangannya didampingi forum puspa kabupaten, forum bunda paud kabupaten, dari P2T2A kabupaten, dan dari dinas DP3A kabupaten, serta kesbangpol Kabupaten.
“Alhamdullillah mendapat kunjungan langsung dari ibu bupati sukabumi, selain memberikan bantuan berupa paket sembako, juga mengadakan trauma hiling untuk para korban penyintas bencana yang ada di kampung gempol ini,” ujar Deni Yudono.
Lanjut Deni Yudono, dilakukan kegiatan trauma hilling, bertujuan untuk meningkatkan semangat para korban penyintas di kampung gempol, agar tetap semangat untuk menata masa depan.
“Mereka harus bahagia, ditengah bencana, sambil mereka juga kita edukasi untuk melakukan pengungsian secara mandiri ke keluarganya, kerabatnya, maupun mereka mengontrak,” jelasnya.
“Dan mereka akan mendapatkan dana tunggu hunian dari BNPB nantinya, sebelum mereka direlokasi ke tempat yang ditentukan oleh pemerintah,” imbuhnya.
Sementara untuk rencana relokasi, kata Deni lagi, sejauh ini telah berkordinadi dengan berangai intansi terkait salah satunya dinas perumahan dan kawasan permukiman kabupaten Sukabumi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi).
“Mereka telah mensurvei lokasi yang ada di kampung pasir Goong, kebetulan disitu ada lahan pemerintah daerah sekitar 7 hektar, sekarang dalam kejadian, sedang dalam pembuatan site plant,” paparnya.
“Nantinya sebanyak 101 unit rumah yang ada di kampung gempol terdampak pergerakan tanah itu akan direlokasi ke tempat itu, tapi tentunya masih menunggu hasil kajian dari badan vulkanologi,” pungkasnya. (Ndi)






