SUKABUMI – Cuaca ekstrim yang melanda wilayah Sukabumi dan sekitarnya, pada beberapa hari lalu telah menyebabkan bencana alam, khsusunya di wilayah Kabupaten Sukabumi. Seperti banjir, longsor dan puting beliung.
Untuk mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya resiko bencana yang diakibatkan musim hujan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menghimbau kepada seluruh warga Sukabumi agar meningkatkan kewaspadaannya.
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra mengatakan, saat ini yang perlu diwaspadai dan dikhawatirkan mengenai dampak dari fenomena La Nina. “Iya, fenomena ini dapat menyebabkan intensitas hujan yang bertambah, sehingga daerah-daerah yang rawan banjir bisa berpotensi lebih besar. Salah satunya daerah Sukabumi,” kata Hadi kepada Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, Senin (02/11).
Menurutnya, bencana banjir ini belum tentu terjadi, namun wilayah Sukabumi ini ada potensi. Untuk itu, BMKG telah merilis potensi itu agar pemerintah daerah dan masyarakat yang ada di wilayah rawan untuk selalu waspada.
“Iya, pemerintah dan warga harus siaga. Diantaranya, cek sempadan-sempadan dan lereng-lereng di bantaran sungai yang berpotensi longsor dan menyebabkan sungai atau anak sungai terbendung karena longsoran,” ujarnya.
Pihaknya menilai, untuk wilayah Provinsi Jawa Barat secara umum dampak yang terasa pada curah hujan telah meningkat antara 10 sampai 20 persen.
“Iya, berpotensi itu belum tentu terjadi. Karena banjir itu bukan hanya faktor curah hujan saja. Saya menghimbau kepada seluruh warga agar selalu mengikuti informasi dari BMKG melakui aplikasi infobmkg di android atau iphone,” timpalnya.






