La Nina Hampiri Sukabumi
Badan Metorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan ancaman La Nina tahun ini. Kewaspadaan dan antisipasi mutlak diperlukan.
La Nina
-Menurunkan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian timur
-Meningkatnya kecepatan angin pasat timur di sepanjang samudera pasifik
Dampak La Nina
-40% curah hujan bulanan meningkat
-Picu Hidrometeorologis (banjir & tanah longsor)
Antisipasi
Pemerintah
-Kelola tata air dari hulu hingga hilir
Masyarakat
-Perbarui informasi dari BMKG
Daerah
-Siaga & siapkan mitigasi
Suklus La Nina
-20 hari pertama Oktober : Hujan di atas normal
-Oktober-November 2020 : Hujan meningkat, kecuali Sumatera
-November 2020 : Puncak hujan
-Desember-Februari 2021 : Hujan meningkat di Kalimantan Timur, Sulawesi, Maluku & Maluku Utara, Papua
-Januari-Februari 2021 : Hujan mereda
-Maret-April 2021 : Hujan Berakhir
Daftar daerah yang diprediksi berpotensi mengalami banjir kategori tinggi akibat fenomena alam La Nina
November 2020
– Jawa Barat (Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, Sukabumi)
– Nangroe Aceh Darussalam (Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Gayolues, Nagan Raya)
– Sumatera Utara (Kabupaten Langkat, Mandailing Natal, Nias Utara)
– Riau (Kabupaten Rokan Hilir)
– Sumatera Barat (Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan)
– Jambi (Kabupaten Kerinci)
– Bengkulu (Kabupaten Kaur, Lebong, Seluma)
– Sumatera Selatan (Kabupaten Empat lawang, Lahat, Ogan Komering Ulu)
– Lampung (Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat)
– Kalimantan Barat (Kabupaten Bengkayang, Kayong Utara, Kuburaya, Landak, Mempawah)
– Sulawesi Barat (Kabupaten Mamasa, Mamuju)
– Papua (Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Mamberamo Tengah, Mimika, Nabire, Paniai)
*Sumber :BMKG






