KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Bocah Perokok Akhirnya Digarap

SUKABUMI – Mencuatnya bocah 2,5 tahun asal di Kampung Tenjojaya RT 4/4, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi sebagai pencandu rokok, menjadi sorotan publik. Kali ini, Psikolog Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Joko Kristiyanto mengaku bakal segera melakukan pengecekan sekaligus penanganan. Sebab, rokok itu sangat berbahaya apalagi dihisap oleh anak yang tergolong masih belia.

Dirinya mengatakan, pada dasarnya manusia belajar dari lingkungan. Anak-anak melakukan modeling misalnya saja belajar berbicara. Sehingga, apa yang ada di lingkungan akan dicontoh dan dilakukan anak itu sendiri. “Karena, paling kuat pola asuh adalah lingkungan. Anak itu plagiat ulung. Apa yang dilihat maka akan dilakukannya,” kata Joko kepada Radar Sukabumi, kemarin (14/8).

Sebagian besar perokok merasakan efek peningkatan dopamin berlebih sebagai rasa ketenangan, bahagia, atau kesenangan saat merokok. Hal ini menyebabkan seseorang menjadi kesulitan menenangkan pikirannya sendiri jika tidak mengisap rokok. Jika hal itu terjadi, maka perokok akan mencari dan menggunakan rokok tanpa henti.

Tanpa disadari, perokok juga menjadi lebih agresif dan mudah marah saat harus menahan keinginannya untuk merokok. Tentu saja itu akan berpengaruh terhadap kehidupan sosial perokok yang justru membuat stres, dan memicu perubahan perilaku yang lebih parah. “Selain menggangu psikologi, juga tentunya berdampak terhadap kesehatan itu sendiri. Karena itu, kami akan segera melakukan penanganan dan penyuluhan kepada orang tua anak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cibadak, Maman Surahman mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan. Selain itu juga, secepatnya melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada keluarga. “Awalnya sudah pasti ada yang iseng memberikan rokok kepada anak sehingga anak menjadi kecanduan. Kalau tidak ada yang memberi, tidak mungkin seperti itu (menjadi perokok aktif),” papanya.

Karena itu, pihaknya menyarankan kepada orang tua agar tidak merokok di dalam rumah apalagi di dekat anak. Hal ini yang akan memicu kejadian seperti itu. Karena, anak akan meniru kebiasaan orang di sekitarnya. “Ya awalnya mencoba, lama-lama menjadi kecanduan. Sehingga, hal ini perlu adanya penyuluhan kepada keluarga,” sahut Maman.

Terlebih, dampak rokok tersebut akan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan anak. Selain kesehatan, juga psikologis anak akan terganggu. Dari sisi kesehatan misalnya, mengidap penyakit paru-paru hingga bisa membodohkan anak itu sendiri. “Dihisap sama orang dewasa saja dampaknya sangat berbahaya, apalagi sama anak kecil. Jelas akan berdampak negatif karena bisa sampai membodohkan anak itu sendiri,” pungkasnya.

 

 

(cr16/t)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close