SUKABUMIUNIVERSITAS NUSA PUTRA

PGSD Universitas Nusa Putra Didik Sarjana Calon Guru SD Profesional dan Berkarakter

Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) jenjang sarjana (S-1) di Universitas Nusa Putra (NPU), terbilang baru yang mulai menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik 2018/2019.

Namun, walaupun terhitung baru, prodi ini sudah terakreditasi sesuai dengan keputusan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) untuk prodi baru yang ada di NPU. Demikian dikemukakan Rektor Universitas Nusa Putra (NPU) Dr. Ir.H. Kurniawan, M.Si, MM., kepada Radar Su­kabumi pekan lalu.

Adapun, jelasnya lebih jauh, target yang ingin di capai Prodi PGSD NPU adalah menghasilkan guru profesional dan berkarakter yang dapat mendidik peserta didiknya dengan penuh kasih sayang seorang guru.

“Menjadi guru itu tidak hanya profesional, tetapi juga harus berkarakter. Guru yang berkarakter akan mampu menularkan karakter yang baik kepada para peserta didiknya,” jelas Kurniawan di ruang kerjanya.

Melalui nilai-nilai Trilogi Nusa Putra yaitu Cinta Kasih Tuhan, Cinta Kasih Orang Tua, dan Cinta Kasih Sesama sebagai jalan pembentukan karakter Insan Nusa Putra, diyakininya akan mampu mencetak seorang guru yang profesional dan berkarakter dengan nilai-nilai luhur sebagai guru.

Pentingnya seorang guru memiliki sikap proesional, jelas Kurniawan lagi, karena tugas seorang guru SD tidak bisa dianggap enteng. “Guru SD memiliki andil besar dalam menularkan sikap positif dan mencerdaskan generasi bangsa. Sehingga mahasiswa keguruan juga harus dididik untuk menjadi sosok penyayang agar kelak menjadi guru yang berkarakter.”

Kegiatan Pembentuk Karakter

Selain itu, mahasiswa PGSD NPU juga akan digembleng berbagai kegiat­an untuk pembentukan karakter. Dari mulai kepramukaan, hingga perkuli­ah­an yang mengharuskan mahasiswa memiliki kemampuan public speaking mumpuni.

Kurikulum Standar Internasional

Sejalan dengan target capaian mencetak calon guru yang profesional dan berkarakter, Universitas Nusa Putra juga sudah menyiapkan kurikulum yang tidak hanya menyerap nilai-nilai lokal dan berpandangan nasional, tetapi untuk membuka ruang berpikir mahasiswa, maka kurikulum PGSD NPU juga disesuaikan dengan standar internasional.

Salah satu keunggulan PGSD NPU adalah dengan cara berkala meng­ha­dirkan guest lecturer dari kalangan pakar dan praktisi pendidikan dalam maupun luar negeri. “Untuk itu, sarana perkuliahan juga kami siapkan sebaik mungkin. Sehingga proses perkuliah­annya juga perlu didukung fasilitas memadai se­perti komputer dan infocus. Hal ini agar mahasiswa tidak gagap dalam mengadapi perkembangan tek­nologi,” pungkas Kurniawan.

Guru profesional yaitu guru yang mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan keahliannya secara maksimal dengan penuh tanggung jawab. Guru harus mampu membina, mendidk dan mengajar secara profesional.

“Menjadi guru berkarakter harus mampu menjadi dan memberikan tauladan baik untuk anak didiknya, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian, peserta didik kelak akan menjadi manusia-manusia yang memiliki karakter baik pula.

Seorang guru juga harus dapat memberdayakan dan menginspirasi dalam empat ranah olah pikir, olah rasa dan karsa, olah hati, dan olah raga, seperti penjelasan berikut:

Olah Pikir
Olah pikir yaitu cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir terbuka, produktif, berorientasi Ipteks, dan reflektif.

Olah Hati
Olah hati meliputi beriman dan bertakwa, jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik.

Olah Rasa
Olah rasa dan karsa terdiri dari ramah, saling menghargai, toleran, peduli, suka menolong, gotong royong, nasionalis, kosmopolit, mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, dan beretos kerja.

Olah Raga
Olah raga meliputi bersih dan sehat, disiplin, sportif, tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan gigih.

Mendidik calon guru profesional dan berkarakter tidaklah mudah, untuk itu Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nusa Putra (NPU) membuat simulasi-simulasi dengan berbagai perangkat pembelajaran serta kurikulum yang sesu­ai tantangan zaman, dan dukungan fasilitas serta kegunggulan untuk menghasilkan calon guru profesional dan berkarakter.

Berikut delapan cara NPU mendidik calon guru profesional dan berkarakter:

  1.  Sistem Kuliahan 3 Tahun di Kampus dan 1 Tahun di Luar Kampus
    Menyeimbangkan education, experience, and actually, di mana mahasiswa pada semester 5 sudah terbiasa melakukan kuliah di luar kampus dengan pola Magang, Riset dan Student Exchange. Mahasiswa didorong untuk mengaktualisasikan kemampuan setelah semester 6 dengan berbagai kegiatan tidak hanya di dalam, tetapi juga di luar kampus.
  2. Program Pendampingan Mahasiswa
    Bimbingan melalui pendampingan karier disesuaikan keinginan dan bakat mahasiswa pada akhir semester 6. Sehingga mahasiswa memiliki curiculum vitae, dan sudah dapat membuat application letter untuk melamar pekerjaan magang sebagai guru kelas di sekolah-sekolah yang bekerjasama.
  3. Universitas menyediakan Tenaga Dosen Berkualitas
    Dosen PGSD di NPU lulusan perguruan tinggi ternama di Indonesia dan dunia, serta memiliki pengalaman akademis dan praktis mumpuni. Selain itu, juga memiliki jaringan luas di sektor swasta, pemerintahan, dan universitas luar negeri, sehingga mahasiswa dapat dengan mudah melakukan konsultasi dengan para dosen terkait
  4. Pembelajaran Bleanded Learning Model Pembelajaran
    Memadukan perkuliahan model konvesional dan e-learning, sehingga mahasiswa dapat mengikuti perkembangan sistem pendidikan modern untuk diterapkan dalam mendidik.
  5. Menghadirkan Guest Lecturer
    Guest lecture berasal dari kalangan pakar dan praktisi pendidikan, baik dalam maupun luar negeri. Program ini bertujuan untuk menambah wawasan calon guru tersebut.
  6. Fasilitas
    Dukungan sarana penunjang belajar mengajar yang modern dan model terbaru.
  7. Kerja sama dengan Asosiasi Profesi Pendidik
    Menjalin kerjasama dengan organisasi pendidik seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Indonesia (IGI), dan Forum Guru Independen Indonesia (FGII), untuk menambah wawasan berorganisasi dan membangun sikap profesionalisme.
  8. Menyediakan Simulasi Laboratorium Micro Teaching lengkap
    Mendidik kepribadian melalui pendidikan karakter Nusa Putra agar calon pendidik memiliki empati, kecintaan, toleransi, dan optimisme, sebagai generasi Nusa Putra yang berilmu dan beriman (Genusian). Dengan demikian akan membentuk Guru Berkarakter.

Guru berkarakter bukanlah bersifat to be or not to be, melainkan a process of becoming yang harus dimiliki seorang guru dalam menjalankan profesinya. Selain proses pembelajaran di kampus, juga menyeleksi calon guru yang sesuai dengan profil guru. Menjadi guru berkarakter harus orang yang siap meninjau arah hidup dan kehidupannya serta menjadikan profesi guru sebagai kesadaran akan panggilan hidup.

Ciri khusus calon guru professional dan berkarakter adalah selalu berusaha dan berjuang mengembangkan aneka potensi kecerdasan sebagai fundamental karakter yang wajib dimilikinya.

Tags

Tinggalkan Balasan