Selain itu Menghidupkan Iktikaf di Masjid, karena disunnahkan melakukan iktikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan bagi orang yang memiliki kemampuan dan tidak memiliki halangan. Iktikaf adalah menetap di masjid dan menyibukkan diri dengan ibadah kepada Allah Taala, seperti menegakkan sholat, memperbanyak membaca Al- Qur’an, memperbanyak zikir, doa, dan istighfar. Kemudian juga meninggalkan hal-hal yang kurang bermanfaat seperti mengobrol, cerita, senda gurau dan semisalnya. Tidak keluar dari masjid selama iktikaf, kecuali bila ada keperluan yang mengharuskan untuk keluar (seperti buang hajat atau sejenisnya).
Tak lupa pula Memperbanyak Ibadah Umum, Pada 10 hari terakhir disunnahkan memperbanyak ibadah secara umum, seperti sholat sunnah, zikir, berdoa, membaca Al-Qur’an dan lain sebagainya. Disunnahkan untuk mengajak keluarga kita untuk beribadah menghidupkan malam-malam istimewa. Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, “Apabila memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berkumpul), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Disunnahkan untuk memperbanyak ibadah di akhir bulan Ramadhan dan disunnahkan juga untuk menghidupkan malam-malamnya dengan amal ibadah.” (Syarah Shahih Muslim).
Dan terakhir Membayar Zakat, pasalnya Amalan penting yang tidak boleh dilupakan adalah membayar zakat fitri, sebagaimana dalam hadits yang sahih. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri, sebagai pembersih bagi orang yang puasa dari segala perbuatan sia-sia dan ucapan kotor serta sebagai makanan bagi orang miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum sholat ‘Id maka zakatnya diterima, dan siapa yang menunaikannya setelah shalat id maka hanya menjadi sedekah biasa.” (HR. Abu Dawud, Hasan)






