Dalam proses menanam padi di kasepuhan adat sinar resmi terdapat ritual mabay yaitu melamar atau mohon ijin kepada padi, hal ini berkaitan dengan keikhlasan atau ketidak ikhlasan padi untuk dipanen, serta ritual mabay sarat dengan kepekaan dari ketua adat (abah).
Mengenai hal ini Dr. Endang berpendapat bahwa hal tersebut merupakan bentuk komunikasi Abah dengan alam serta memungkinkan beliau memiliki pengalaman spiritual dengan alam.
Menurutnya Al Quran menyebutkan bahwa seluruh alam semesta ini termasuk benda-benda mati semuanya bertasbih kepada Allah SWT.
Perspektif Muhammadiyah yang berkaitan dengan pemahaman tentang alam dapat dilakukan melalui sains. Pendekatan sains merupakan bentuk rasionalisasi dari aktivitas-aktivitas spiritual.
Boleh jadi dalam tahapan-tahapan spiritual tersebut dapat diuraikan melalui proses rasionalisasi, sehingga tidak langsung menghukumi musyrik. Muhammadiyah dalam fikih dakwahnya sangat memahami pola-pola kebudayaan khususnya di Indonesia.
Pendekatan dakwah kultural merupakan salah satu metode dakwah Muhammadiyah khususunya di Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya dan adat istiadat.
Metode ini sebagai salah satu upaya untuk memahami dan menggunakan potensi-potensi kultural masyarakat Islam sebagai wahana untuk menanamkan Islam yang membumi, yakni Islam yang bisa merubah potensi menjadi gerak kemajuan sosial (Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 2016).
Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang mendapatkan pendanaan dari RisetMu yang dilakukan oleh Tim Dosen Porgram Studi Hubungan Masyarakat yang teridiri dari: Dr. Yanti sebagai Ketua peneliti, beserta para anggota peneliti: M Tanziil Suherman, M.I.Kom, Aris Juliansyah, M.I.Kom, dan Itsna Nurhayat Effendie, M.Si. ***






