SUKABUMI — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi terus mendorong budaya peduli lingkungan melalui program KUSAPA SAYANG (Kumpulkan Sampah Plastik Supaya Menjadi Uang). Program ini menjadi upaya nyata membangun kesadaran aparatur untuk memilah sampah sejak dari lingkungan kerja sekaligus mengurangi timbunan plastik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Setiap Senin sebelum apel pagi, seluruh pegawai Dishub diwajibkan membawa dan mengumpulkan sampah plastik dari rumah maupun lingkungan sekitar. Sampah yang terkumpul kemudian disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Kepala Dishub Kota Sukabumi, Iskandar Ifham, menegaskan program ini bukan sekadar kegiatan mengumpulkan sampah, melainkan bagian dari perubahan budaya di lingkungan aparatur sipil negara. “KUSAPA SAYANG merupakan komitmen kami mendukung program pemilahan dan daur ulang sampah. Kebiasaan sederhana ini jika dilakukan konsisten akan memberi dampak besar bagi lingkungan,” ujarnya, Senin (13/6).
Menurut Iskandar, sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai justru bisa menjadi sumber manfaat jika dikelola dengan baik. Selain menghasilkan nilai ekonomi melalui bank sampah, langkah ini juga mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sehingga pengelolaan lebih efektif.
“Melalui program ini kami mengajak seluruh Insan Moda membiasakan memilah dan mengumpulkan sampah plastik. Nantinya sampah disalurkan ke bank sampah sehingga memiliki nilai jual. Di sisi lain, kita juga membantu mengurangi beban TPA agar yang tersisa didominasi sampah organik,” jelasnya.





