SUKABUMI – Keterbatasan lahan seringkali menjadi tembok penghalang bagi warga perkotaan yang ingin berdaya secara ekonomi melalui sektor perikanan. Namun, di tangan tim dosen Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yang dipimpin oleh Ujang Dindin, S.Pi., M.Si., hambatan tersebut justru melahirkan inovasi tepat guna bernama Vertiqua (Vertical Aquaculture). Teknologi ini kini mulai dirasakan manfaatnya oleh warga Kelurahan Cikole, Kota Sukabumi. Cikole menjadi saksi bagaimana teknologi sederhana namun cerdas mampu mengubah wajah ekonomi keluarga.
Apa Itu Vertiqua?
Vertiqua (Vertical Aquaculture) adalah sistem budidaya ikan bertingkat yang memanfaatkan drum plastik volume 200 liter yang disusun secara vertikal. Keunggulan utamanya terletak pada efisiensi lahan; satu unit Vertiqua hanya membutuhkan area sekitar 2 m², namun mampu menampung populasi ikan yang optimal.
“Fungsi utama Vertiqua adalah memungkinkan masyarakat budidaya ikan dan tanaman sekaligus di lahan terbatas,” jelas Ujang Dindin dalam laporannya. Sistem ini dilengkapi dengan filter Biofikal—lapisan pasir, arang kayu, arang sekam, dan tanaman kangkung—yang berfungsi menyaring urin dan sisa pakan ikan menjadi nutrisi bagi tanaman. Hasilnya? Warga bisa panen ganda: ikan nila yang segar dan sayuran kangkung organik dari satu tempat.

Dampak Nyata di Masyarakat.
Melalui program pengabdian masyarakat, sebanyak 15 set Vertiqua telah diinstalasi untuk mitra Karang Taruna dan Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Talaga Urang di Cikole. Hasilnya luar biasa: tingkat kelangsungan hidup ikan mencapai 87% dengan potensi panen mencapai 40-50 kg per set.
Tidak hanya memberikan alat, Tim Pengabdian UMMI juga membekali warga dengan keterampilan manajemen usaha dan digital marketing melalui platform TikTok dan Instagram. Hal ini bertujuan agar hasil panen warga tidak hanya dikonsumsi sendiri, tapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.
Ketua LPPM UMMI, Dr. Jujun Ratnasari, M.Si. menegaskan bahwa Vertiqua bukan sekadar proyek akademik, melainkan wujud nyata hilirisasi riset kampus untuk menjawab masalah sosial. Dengan sistem yang hemat air dan ramah lingkungan, Vertiqua menjadi solusi konkret untuk memperkuat ketahanan pangan lokal di tengah ancaman krisis lahan perkotaan.
Ke depan, LPPM UMMI berharap model KASEV (Kampung Sehat Vertiqua) dapat direplikasi di kelurahan-kelurahan lain di Sukabumi, menjadikannya ikon kemandirian pangan berbasis teknologi hijau. (*/adv)






