KABUPATEN SUKABUMI

Nelayan Palabuhanratu Dapat Bantuan Alat Keselamatan dari GISLI

×

Nelayan Palabuhanratu Dapat Bantuan Alat Keselamatan dari GISLI

Sebarkan artikel ini
Perwakilan nelayan Palabuhanratu menerima bantuan life jacket dari GISLI.

SUKABUMI — Keselamatan saat melaut masih menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian. Berangkat dari tingginya angka kecelakaan nelayan tradisional di Indonesia, Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI) menggelar program edukasi keselamatan pelayaran sekaligus menyalurkan bantuan perlengkapan melaut bagi puluhan nelayan di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (13/7).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Fisher Women as Agent of Change, yakni pemberdayaan perempuan nelayan sebagai agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan keluarga nelayan.

Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Bidang Riset GISLI, Orima Melati Davey, mengatakan program tersebut lahir dari keprihatinan atas tingginya angka kecelakaan nelayan tradisional. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan harus menjadi budaya. Karena itu kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mengajak para istri nelayan menjadi bagian penting dalam mengingatkan anggota keluarganya agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut,” ujarnya.

Hari pertama kegiatan difokuskan pada aspek keselamatan jiwa dan kerja. Nelayan mendapat materi dasar keselamatan pelayaran, teknik penyelamatan diri, hingga simulasi penanganan kebakaran di kapal. Mereka juga memperoleh edukasi dari program Desa Bersinar terkait bahaya narkoba dan potensi keterlibatan nelayan dalam penyelundupan ilegal. GISLI turut menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan sosial.

Seksi Acara sekaligus Humas GISLI, Anggi Hakim, menambahkan pihaknya memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan BPU kepada sekitar 60 nelayan selama tiga bulan pertama. “Bantuan ini kami harapkan menjadi awal agar para nelayan nantinya dapat melanjutkan kepesertaan BPJS secara mandiri. Kami juga mengajak pemerintah maupun swasta ikut berkontribusi,” katanya.