PILPRES

Keukeuh Minta Stop Penghitungan

JAKARTA – Tim IT Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mendatangi Bawaslu, kemarin (3/5). Mereka melaporkan kesalahan entry data di sistem informasi penghitungan suara (situng) KPU. Jumlahnya mencapai 73.715 kesalahan.

Koordinator Relawan Tim IT BPN Mustofa Nahrawardaya menjelaskan, penelitian terhadap kesalahan tersebut mereka lakukan sejak 9 April 2019. Pemantauan tersebut terus dilakukan sampai Rabu lalu (1/5).

”Awalnya kami hanya menghitung ada 9.440 kesalahan entry. Tapi, makin lama makin meningkat,” ucap Mustofa.

Menurut dia, pemantauan tersebut tidak dilakukan sendiri. Banyak pihak yang datang untuk melakukan adu data. Hasilnya tetap saja menunjukkan adanya kesalahan di situng KPU.

Penghitungan terakhir, Mustofa mengungkapkan, ada 73.715 kesalahan entry yang dilakukan di 47.721 TPS yang mereka cek sebagai sampling.

Jika dipersentase, lanjut Mustofa, jumlah kesalahan itu berada di posisi 15,4 persen. Seiring banyaknya TPS yang terus mengirim data perolehan suara, persentase kesalahan entry bisa mencapai 30 persen jika semua TPS sudah melaporkan hasil penghitungan suaranya.

Mustofa menambahkan, kesalahan entry terbesar berada di lima provinsi di Indonesia. ”Sebanyak 7.666 kesalahan di Jawa Tengah, 5.826 kesalahan di Jawa Timur, 4.327 kesalahan di Sumatera Utara, 3.296 kesalahan di Sumatera Selatan, dan 3.319 kesalahan di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Untuk mendukung laporan, tim relawan IT BPN membawa bukti berupa berkas-berkas ke Bawaslu. Isinya merupakan tangkapan layar yang mereka dapatkan selama melakukan pemantauan situng KPU. ”Jumlahnya sekitar 3.000 lembar bukti fisik berupa print,” terang Mustofa.

Selain minta penghentian penghitungan, tim relawan IT BPN meminta Bawaslu mengaudit forensik situng KPU. Menurut mereka, jumlah kesalahan entry yang sangat banyak amat mendesak untuk dibenahi.

Sementara itu, berdasar data KPU, hingga semalam tercatat ada 224 temuan kesalahan dari sekitar 520 ribu TPS yang datanya sudah diinput. Persentasenya 0,04 persen.

Sebanyak 65 kesalahan merupakan laporan masyarakat dan 159 temuan internal. ’’Lebih banyak temuan dari internal kami,’’ ujar Ketua KPU Arief Budiman. Dari jumlah tersebut, 200 di antaranya sudah selesai diperbaiki. Sisanya masih dalam perbaikan.

Khusus pilpres, dari kesalahan yang ada, 37 di antaranya mengurangi suara paslon 01. Kemudian, 81 kesalahan menambah suara paslon 01. Bagi paslon 02, ada 94 kesalahan yang mengurangi suara.

Juga, ada 46 kesalahan yang menambah suara paslon 02. Sisanya, ada 22 kesalahan yang membuat suara kedua paslon sama-sama berkurang atau bertambah. (byu/c15/fat)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button