Adapun ada beberapa kendala masalah jaringan internet yang masih kurang baik dan itu akan menjadi salah satu fakti masyarakat untuk tidak melihat acara debat publik secara live. ” Untuk itu pihak penyelenggara bisa melakukan evaluasi agar debat publik ini bisa dilihat oleh masyarakat secara luas,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota Komisioner KPU, Sri Utami mengatakan dalam acara debat kandidat ini terbatas hanya bisa menampung sebanyak 500 orang. Akan tetapi seluruh perwakilan elemen masyarakat sudah di undang oleh pihak KPU seperti, Ormas, OKP, tokoh masyarakat, agama dan pemuda bahkan sampai kampus pun di undang.
” Karena memang keterbataskan anggaran jadi pihaknya membatasi sebanyak 500 orang,” ujarnya.
Tami membeberkan sebenarnya pihaknya siapa yang tidak mau kalau acara itu berlangsung di tempat terbuka dan bebas seluruh masyarakat.
Namun karena pertimbangan lain seperti saran pihak kepolisian dan terbentur dengan anggaran sehingga acara debat publik dibatasi. ” Mau nya mah seperti itu, tapi kan tidak bisa, selian berkaitan dengan penyedian snack dan lainnya itu tentu membutuhkan anggaran tapi kan saat ini anggaran kita terbatas. Disisi keamanan pun kalau terbuka dan banyak masyarakat rawan nantinya,” pungkasnya.
(bal)





