Lalu Mandiri, kata Mulyono indek daya beli masyarakat maupun angka kemiskinan dan pengangguran itu di angka 8-9 persen dari total jumlah penduduk Kota sukabumi.
Maka akar masalah dari itu masyarakat yang bodoh cenderung miskin dan ujung-ujungnnya kufur. “Makanya sekali lagi visi kita ini secara teoritis penyusunan harus sederhana, terukur dan smart. Juga terukur dalam kurun waktu 5 tahun,” ujarnya.
Untuk Misi yang kedua yakni meningkatkan kualitas infra struktur berbasis lingkungan. Artinya kadang kadang dalam pembangunan ini tidak bersahabat dengan lingkungan meskipun ada RT/RW. Sedangkan Misi ketiga adalah mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis keluarga.
Dimana saat ini SDM Kota Sukabumi ini harus bisa lebih kreatif dalam mengembangkan perekonomian keluarga. Mulyono sendiri mengaku telah melakukan observasi bahwa dari satu keluarga itu hanya satu orang yang diandalkan untuk menghidupi keluarganya dan terkadang tidak ada. Kelemahannya, karena dalam keluarga itu tidak produktif .
“Untuk itu pasangan Mulia ingin membuat keluarga itu produktif untuk meningkatkan ekonomi kreatif keluarga dengan memberikan bantuan modal yang memang cukup bermanfaat untuk perekonomian keluarga. Kita akan genjot dalam satu keluarga itu bisa beberapa orang yang kreatif dan produktif,’ jelasnya.
Sementara misi yang ke empat yakni meningkatkan pengalaman nilai nilai, agama, sosial dan budaya. Misi itu diterjemahkan dengan program-program yang kreatif, pasangan Mulia akan membuat kota sukabumi menjadi kota kreatif.
