CISOLOK – Di balik tampilannya yang sederhana, gaplek ternyata menyimpan potensi ekonomi besar bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi. Olahan singkong yang dikeringkan di bawah terik matahari ini bukan sekadar pangan tradisional, melainkan komoditas strategis yang mampu menopang industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska, menjelaskan gaplek memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi dibandingkan singkong segar. “Gaplek dapat diolah menjadi tiwul, gatot, atau digiling menjadi tepung singkong dan tapioka yang menjadi bahan baku penting bagi industri makanan, farmasi, tekstil, hingga pakan ternak,” ujarnya, Jumat (10/7).
Kabupaten Sukabumi sendiri tercatat sebagai salah satu daerah penghasil singkong terbesar di Jawa Barat. Kecamatan Lengkong menjadi penyumbang produksi terbesar dengan 18.175 ton, sementara total produksi ubi kayu sepanjang 2025 mencapai 110.332 ton. Varietas lokal Singkong Manggu MHAS bahkan telah diakui secara nasional karena kualitas umbinya yang besar dan cocok untuk berbagai olahan.



