Pengamat : Tidak Mudah Bagi Rhoma Irama Kembali ke Golkar

Pedangdut legendaris Rhoma Irama saat
Pedangdut legendaris Rhoma Irama saat berbincang dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto di sela-sela buka puasa dengan PPK Kosgoro 1957. (istimewa)

JAKARTA — Pedangdut legendaris Rhoma Irama dikabarkan kembali bergabung ke Partai Golkar. Pengamat Politik Robi Nurhadi menilai, hal itu pun menuai sorotan sejumlah kalangan. Salah satunya para kader partai beringin dan pengamat politik.

“Ini lmenjadi sesuatu pembeda Airlangga Hartarto sebagai pemimpin dengan ketum Golkar sebelumnya,” kata Robi Nurhadi dalam keterangannya, Rabu (27/4).

Bacaan Lainnya

Robi menyampaikan, tidak mudah bagi seorang tokoh publik, untuk masuk partai atau kembali ke partai. Namun, di periode saat ini, beberapa tokoh publik yang berpotensi sebagai pendulang suara yang besar, kembali ke Golkar.

“Sebelum Rhoma Irama, ada Yuddy Chrisnandi yang pernah menjadi Menpan RB dan Dubes RI untuk Ukraina. Belum lagi tokoh-tokoh lainnya di daerah-daerah se-Indonesia,” ujar Robi.

Robi menjelaskan, fenomena ‘Turn Back To Golkar’ ini bisa menjadi contoh kinerja yang baik atas teladan kepemimpinan Akbar Tandjung yang terbukti mampu mempertahankan Golkar di tengah tekanan politik yang hampir meruntuhkan partai pada awal reformasi dulu.

“Kalau kembalinya Rhoma Irama diikuti oleh tokoh-tokoh lainnya maka era kepemimpinan Airlangga bisa dikenal dengan ‘Turn Back To Golkar’ dengan makna dua, yaitu kembalinya tokoh-tokoh politik yang matang, dan kembalinya Golkar sebagai pemenang pemilu,” ujar Robi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.