Mereka melakukan kudeta tersebut untuk menjadikan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum baru. Mereka menggunakan strategi dengan mengumpulkan DPC dan DPD Partai Demokrat untuk menyepakati diselenggarakannya Kongres Luar Biasa (KLB).
Sehingga jika KLB tersebut terwujud, maka putra sulung Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yakni AHY bisa lengser dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat.(wan/jpg)






