Elektabilitasnya Tinggi, Pakar Sebut Prabowo Antitesis Jokowi

Prabowo Subianto
Kalangan pakar menilai moncernya elektabilitas Prabowo Subianto sebagai capres 2024 merupakan aspirasi masyarakat yang menggap bahwa ke depan Indonesia perlu pemimpin yang berkarakter kuat. (dok JawaPos.com)

JAKARTA — Masih tingginya elektabilitas Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden, masih terus menjadi sorotan banyak pangamat dan pakar politik. Pasalnya, tingkat ketersukaan Ketua Umum Partai Gerindra itu masih paling teratas di antara capres lainnya.

Akademisi Politik Universitas Muhamadiyah, Surya Vandiantara menilai bahwa temuan berbagai lembaga survei yang menunjukan masih moncernya elektabilitas Prabowo Subianto sebagai capres 2024 merupakan aspirasi masyarakat yang menggap bahwa ke depan Indonesia perlu pemimpin yang berkarakter kuat.

Bacaan Lainnya

“Unggulnya Prabowo di beragam survei Pilpres merupakan wujud dari keinginan masyarakat terkait perlunya kepemimpinan yang berkarakter kuat dalam menghadapi dinamika global,” ujar Surya dalam keterangannya, Selasa (15/3).

Apalagi, lanjut Surya, kecenderungan masyarakat Indonesia ingin memiliki sosok pemimpin yang merupakan antitesa dari yang sudah menjabat. Contohnya, dulu SBY dikenal cukup eksklusif dan elitis akhirnya masyarakat menjatuhkan pilihan ke sosok Jokowi yang dinilai sebagai antitesa SBY, Jokowi dikenal sederhana dan merakyat.

“Jadi tidak menutup kemungkinan Pak Prabowo akan menjadi pilihan selanjutnya karena dinilai punya karakter kuat dan tegas. Ini terpotret dari beragam hasil survei yang menempatkan Pak Prabowo sebagai jawara,” ujar Surya.

Surya juga menjelaskan, bahwa dinamika politik global cukup mempengaruhi ekspektasi masyarakat terkait figur seperti apa kedepan yang memimpin Indonesia. Sebab, hari ini arus informasi dari penjuru dunia mudah diakses masyarakat. Ini tentunya cukup berpengaruh dalam hal membangun persepsi publik terkait sosok seperti apa yang mampu menjawab persoalan Indonesia di kancah politik global.

“Apalagi mencuatnya perang Ukraina versus Rusia. Peristiwa ini menjadi catatan masyarakat untuk kemudian menilai sosok yang pantas menahkodai Indonesia,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan