Ditanya Zulkifli Hasan Maju DKI atau Jabar, Bima Arya: Saya Manut Perintah

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan safari politik di Bogor

BOGOR — Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan safari politik di Bogor selama dua hari, 12-13 November 2021. Serangkaian acara digelar, mulai dari ngopi bareng Millennial PAN, lari pagi di Kebun Raya Bogor, hingga Temu Kader PAN Kota dan Kabupaten Bogor.

Selama safari politik, Zulhas tampak setia didampingi Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno dan Ketua DPP PAN, yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya. Momen unik terjadi, ketika Zulhas melakukan lari pagi bersama Bima Arya dan komunitas lari di Kebun Raya Bogor, Sabtu (13/11/2021).

Bacaan Lainnya

Usai olahraga, Zulhas tampak melontarkan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab cepat oleh Bima Arya. Mulai dari membahas kuliner, hobi hingga pertanyaan pamungkas soal politik. “Ke Jabar atau DKI?,” tanya Zulhas.

“Tergantung perintah Ketum,” dijawab cepat Bima Arya.

“Tepat itu jawabannya,” timpal Zulhas lagi. Tawa pun pecah.

Tidak sampai di situ. Siangnya, dalam Temu Kader PAN Kota dan Kabupaten Bogor di 1O1 Hotel Suryakencana Bogor, Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno dalam sambutannya juga menyinggung soal DKI Jakarta dan Jawa Barat kepada Bima Arya.

“Saya tadi pagi berfoto bersama istri saya di Balaikota Bogor, sebelum olahraga ke Kebun Raya. Rasanya Balaikota Bogor sudah terlalu kecil untuk Kang Bima. Maunya kita Balaikota DKI Jakarta atau Gedung Sate. Itu paling cocok untuk Kang Bima,” kata Eddy.

Bima Arya pun menjawab itu dalam sambutannya. Menurut Bima, dirinya akan fatsun terhadap keputusan partai. “Setelah pengabdian di Bogor mau kemana, ada usulan, ada spekulasi, ada pertanyaan tapi saya selalu sampaikan, saya manut, sami’na wa atho’na (kami mendengar dan kami taat). Perintah Ketum akan saya jalankan dimanapun itu karena terbaik untuk partai,” jelas Bima Arya.

Bima Arya juga menegaskan, PAN yang sekarang memiliki dua hal yang membedakan dari PAN masa lalu. “Yang pertama, hari ini posisi kita jelas, ideologinya jelas, posisinya politiknya jelas, ideologinya seperti yang Ketum selalu sampaikan kita ini di tengah, tidak di kanan, tidak di kiri. Posisinya jelas pendukung pemerintah. Yang tidak jelas, sudah di masa lalu. Sekarang sudah jelas,” terang Bima.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *