SDN Brawijaya Gelar Simulasi PTM

  • Whatsapp
PTM
PTM : Salah seorang guru sedang menjarkan siswinya cara mencuci tangan yang benar sebelum masuk kelas

SUKABUMI— Setelah sukses menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas jenjang SMP dan SMA sederajat selama satu pekan, kini Pemerintah Kota Sukabumi kembali menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas jenjang sekolah dasar ( SD) yang dimulai pada, Senin (4/10/2021).

Seperti salah satunya di SD Negeri Brawijaya, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi yang sudah melaksanakan PTM terbatas.

Bacaan Lainnya

Kepala SDN Brawijaya, Histato Dayanto Kobasah mengatakan pihaknya sangat menyambut baik dengan adanya pelaksanaan simulasi PTM terbatas tersebut.

Pelaksanaan PTM Terbatas di SDN Brawijaya dilaksanakan empat hari selama satu minggu dimana setiap kelas dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pertama dimulai pukul 08.00-10.00 wib kemudian sesi kedua dimulai pukul 10.00-12.00 wib. Masing-masing sesi diisi 15 orang siswa.

“Sesuai aturan dari Kemendikbudristek pelaksanaan PTM diisi 50 persen dari jumlah siswa, karena di Brawijaya sendiri satu kelas hanya 30 siswa jadi hanya 15 orang untuk setiap sesi nya,” ucap Tato.

Lanjut Tato, tidak semua siswa mengikuti pelaksanaan PTM terbatas ini, sebab dari jumlah total 308 siswa yang menandatangani persetujuan PTM Terbatas hanya 302 orang tua siswa yang menandatangani.

“Siswa yang hadir adalah siswa yang memang sudah mendapat persetujuan dari orang tua siswa, sementara yang belum untuk pembelajarannya masih menggunakan daring atau online,” terangnya.

Baginya, hal tersebut tidak menjadi masalah, sebab pelaksanaan pembelajaran tatap muka ada pada persetujuan orang tua siswa, jika tidak mengizinkan pihaknya pun tidak bisa memaksa.

Namun meski begitu bagi orang tua yang mengizinkan pembelajaran tatap muka pihaknya pun harus tetap lebih waspada. Untuk itu ia pun berharap guru, siswa dan juga orang tua siswa untuk saling bekerjasama disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat baik dalam lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *