Purwakarta Miliki 200 Motif Batik

  • Whatsapp
Batik Purwakarta
BATIK KHAS PURWAKARTA: Ada ratusan motif batik yang dikembangkan oleh masyarakat Purwakarta.

PURWAKARTA Seni atau pekerjaan membatik pada mulanya merupakan tradisi turun temurun di lingkungan kerajaan. Namun kemudian berkembang menjadi pekerjaan dan mata pencaharian masyarakat yang bersifat eksklusif, terutama di kalangan perempuan.

Selain telah menjadi jenis usaha pada sektor industri kreatif, seni membatik juga merupakan salah satu tradisi leluhur bangsa Indonesia yang sarat dengan makna filosofis dan nilai kehidupan yang mencerminkan cara berpikir masyarakat.

Bacaan Lainnya

Di Purwakarta ada sekitar 200 lebih desain motif batik diciptakan sebagai stimulasi program pengembangan batik. Karenanya, kata Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Peridustrian (DKUPP) Kabupaten Purwakarta Ahmad Nizar, Pemkab Purwakarta melalui berbagai pelatihan mengembangkan batik dengan corak dan motif khas Purwakarta.

Menurutnya Purwakarta yang punya tageline spirit budaya sunda dengan alam ragam budaya berpotensi menjadi pusat pengembangan usaha batik sebagai salah satu jenis usaha industri kreatif. “Agar bisa mewarnai keragaman batik nusantara dengan mengambil sumber gagasannya dari alam budaya Purwakarta,” kata Nizar.

Untuk mendorong terciptanya wirausaha batik di Purwakarta saat ini tengah dibangun rumah batik sebagai model dalam mengembangkan dan mengolah cipta ragam desain khas Purwakarta dan unik. Menurutnya, untuk mendapatkan sumber gagasan itu maka diperlukan satu penggalian sumber motif dan desain yang khas, baik itu ornamen, warna dan lainnya dengan beragam teknik batik yang sudah berkembang.

“Penggalian sumber gagasan ini telah tersebar di 17 kecamatan yang menjadi panduan kreator dalam penciptaan desain batiknya, sehingga batik Purwakarta bisa bersaing dan mewarnai ragam batik nusantara dalam pelestarian warisan dunia ini,” kata Nizar.

Sementara berkaitan dengan rumah batik yang berlokasi di Kecamatan Plered, Nizar juga mengatakan, seharusnya pengerjaan bangunan tersebut tahun ini rampung. Namun karena pandemi Covid-19 dan status PPKM semua anggaran dialihkan untuk penanggulangan pandemi.

Dia berharap tahun depan proses pembangunan fisiknya bisa selesai. Sementara untuk kegiatan pengembangan batik terus berjalan meski di tengah pandemi berupa pelatihan dan seminar yang dilakukan oleh para pelaku UMKM secara mandiri. “Semangat mereka luar biasa. Kami berharap kondisi cepat pulih dan tahun depan sudah normal kembali,” imbuhnya.

Rencananya, rumah batik tersebutk akan diisi oleh sekitar 50 perajin batik. Para perajin ini, nantinya menjadi agen untuk mentransfer ilmunya kepada masyarakat ataupun pelajar. Dengan demikian, para perajin ini selain memproduksi batik, mereka juga menjadi mentor bagi pengunjung.

“Puluhan perajin batik sudah mendaftar ke kami. Mereka juga, sudah diberi pendidikan mengenai batik. Salah satunya, kita bawa ke sentra-sentra batik di Jabar dan Jateng,” ujarnya.

Keberadaan rumah batik ini, nantinya akan menjadi sarana mengenalkan batik khas Purwakarta. Targetnya bisa bersaing dengan batik lainnya di pasar secara luas.

Sehingga, batik Purwakarta bisa menambah daftar panjang kekayaan kerajinan yang ada di Indonesia. “Untuk produknya, kami akan memroduksi batik yang berkualitas dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan Pemkab Purwakarta melalui dinas terkait terus mendorong pelaku industri kreatif batik untuk terus meningkatkan hasil karya atau motif-motif batik yang sebelumnya memang sudah ada. Menurut Anne, cukup banyak warga Purwakarta yang berminat menjadi perajin batik.

Juga minat masyarakat untuk memakai batik cukup tinggi. Tak hanya itu, daerah ini juga sudah memiliki motif batik khas yang menggambarkan tentang kultur di wilayah ini.

“Terdapat ratusan motif batik yang dikembangkan oleh masyarakat, dari ratusan motif itu, di antaranya air mancur Situ Buleud, manggis, maranggi, Waduk Jatiluhur, Gunung Parang, Tajug Gede Cilodong dan lain-lain,” katanya, Sabtu (2/10) lalu. (gan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *