PENDIDIKAN

Penyerahan Batik ‘Dayeuh Cikelat’ Menandai Penutupan KKN Universitas Nusa Putra di Desa Cikelat

×

Penyerahan Batik ‘Dayeuh Cikelat’ Menandai Penutupan KKN Universitas Nusa Putra di Desa Cikelat

Sebarkan artikel ini
PUNYA CIRI KHAS : Penyerahan simbolis oleh Ketua kelompok KKN Universitas Nusa Putra Desa Cikelat Ilham Maulana dan Mutiara Resmi mahasiswi prodi DKV Nusa putra sekaligus yang yang men-desain motif batik Desa Cikelat kepada Hadian Rahayu selaku Kepala Desa Cikelat dan Agus Saefudin Syam selaku Ketua BPD Desa Cikelat, Selasa (30/7/2024) di Aula Desa Cikelat, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi.
PUNYA CIRI KHAS : Penyerahan simbolis oleh Ketua kelompok KKN Universitas Nusa Putra Desa Cikelat Ilham Maulana dan Mutiara Resmi mahasiswi prodi DKV Nusa putra sekaligus yang yang men-desain motif batik Desa Cikelat kepada Hadian Rahayu selaku Kepala Desa Cikelat dan Agus Saefudin Syam selaku Ketua BPD Desa Cikelat, Selasa (30/7/2024) di Aula Desa Cikelat, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI— Di Aula Desa Cikelat, pada Selasa, 30 Juli 2024, telah dilaksanakan acara penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Putra periode Juli 2024.

Acara ini tidak hanya menandai berakhirnya masa KKN mahasiswa-mahasiswi Universitas Nusa Putra yang telah berlangsung selama satu bulan di Desa Cikelat, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkenalkan dan menyerahkan secara simbolis motif batik ‘Dayeuh Cikelat’ yang diharapkan dapat menjadi identitas khas Desa Cikelat.

Bank bjb Tandamata

Penyerahan motif batik Dayeuh Cikelat diberikan langsung oleh Ketua KKN Nusa Putra Desa Cikelat Ilham Maulana didampingi Mutiara Resmi mahasiswi prodi DKV Nusa putra sekaligus yang yang men-desain motif batik Desa Cikelat kepada Hadian Rahayu selaku Kepala Desa Cikelat dan Agus Saefudin Syam selaku Ketua BPD Desa Cikelat.

Mutiara mengatakan, Batik Dayeuh Cikelat memiliki filosofi dan makna dimana nama Dayeuh Cikelat diambil dari bahasa Sunda, yaitu Dayeuh berarti tempat tinggal, pemukiman, atau kota, dan Cikelat merujuk pada Desa Cikelat itu sendiri. Sehingga, Dayeuh Cikelat merupakan motif batik yang merepresentasikan daerah tersebut dengan menonjolkan ciri khas dan kearifan lokal sehari-hari yang ada di Desa Cikelat.

Motif batik Dayeuh Cikelat menampilkan kombinasi berbagai bentuk geometris dan flora yang melambangkan keberagaman masyarakat Desa Cikelat yang tetap bersatu dalam satu kesatuan.

Adapun motif-motif ini terinspirasi dari kearifan lokal yang ada di Desa Cikelat, seperti padi yang melambangkan siklus kehidupan yang terus berputar dan ketergantungan manusia pada alam, serta cengkeh yang melambangkan kehangatan dan kenyamanan.

Selain motif, warna-warna yang digunakan dalam batik Dayeuh Cikelat juga memiliki makna simbolis, seperti warna krem melambangkan kemakmuran, sementara warna hitam melambangkan kekuatan, otoritas, dan keanggunan.

“Makna filosofi dari batik Dayeuh Cikelat dapat diartikan sebagai representasi dari kearifan lokal, kehidupan dan masyarakat Desa Cikelat. Batik ini mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam, menghargai keberagaman dan melestarikan warisan budaya,” ucapnya.

Mutiara menambahkan, selama pembuatan motif khas Batik Dayeuh Cikelat enghadapi beberapa kesulitan, diantaranya adalah penentuan filosofi/makna karena kurangnya informasi mendalam mengenai ciri khas dan kearifan lokal Desa. Hal ini membuat mereka harus terus menggali informasi selama proses pembuatan. Selain itu, kesulitan lainnya adalah dalam menentukan layout desain dan sketsa motif.

Sementara itu, Ketua KKN Universitas Nusa Putra Desa Cikelat Ilham Maulana menuturkan Batik Dayeuh Cikelat tidak hanya menjadi simbol kearifan lokal dan warisan budaya, tetapi juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Desa Cikelat untuk lebih mengenal dan melestarikan budaya mereka.

Pembuatan motif batik khas Desa Cikelat ini juga merupakan salah satu program kerja yang dilaksanakan oleh kelompok KKN pada bulan Juli 2024 ini.