“Penyerahan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mempromosikan batik sebagai identitas budaya yang khas dari Desa Cikelat,” imbuhnya.
Kepala Desa Cikelat Hadian Rahayu sangat mengapresiasi inovasi program yang diberikan oleh KKN Universitas Nusa putra Desa Cikelat.
“Saya sangat berterima kasih atas inovasi membuat desain batik khas Desa Cikelat. Saya berharap ke depannya ini bisa menjadi salah satu pengenalan ke masyarakat dan bukan hanya sekedar simbol, tetapi juga menjadi daya jual sekaligus pengembangan ekonomi di Desa Cikelat karena mayoritas penduduk desa ini adalah petani,” imbuhnya.
Dikatakannya, adanya pelatihan yang intens untuk membuat batik diharapkan dapat membuat program ini berkelanjutan di Desa Cikelat.
Hal yang sama juga diungkapkan Ketua BPD Desa Cikelat Agus Saefudin Syam, menurutnya, dari sekian banyak program KKN yang datang, ini merupakan terobosan baru dari kelompok KKN kali ini karena berhasil menciptakan desain khas batik Cikelat.
“Mudah-mudahan ini bisa dikaryakan oleh mahasiswa di luar dan pengembangan batik di Desa Cikelat sendiri bisa mengubah pengembangan ekonomi kita. Kami akan mencoba untuk mengembangkan batik ini dengan harapan akan ada satu bimbingan teknis cara membuat batik dan kolaborasi dengan Universitas Nusa Putra ke depannya,” pungkasnya.
Acara penutupan KKN ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, warga masyarakat Cikelat serta Tim KKN mahasiswa Universitas Nusa Putra yang terdiri dari 20 mahasiswa. (wdy/d)






