Sementara, ada prediksi peminat bertambah di program studi pendidikan luar sekolah. Berdasarkan data, tahun lalu peminatnya 118 dari daya tampung 110. ”Tahun ini, saya jamin persaingan makin ketat. Selain mereka harus cermat mencari jurusan yang minim persaingan, pilihan prodinya juga hanya ada dua,” kata Budi.
Ada aturan baru yang dikeluarkan Kemenristekdikti terkait pemilihan prodi. Dulu, mahasiswa dibebaskan memilih tiga prodi pilihan. Saat ini, hanya diringkas menjadi dua pilihan saja.
Pemilihan tiga prodi ini dinilai masih belum efektif membantu siswa cermat memilih jurusan. ”Camaba terlalu percaya diri bisa diterima di salah satu prodi karena pilihannya tiga. Mereka kadang tidak memikirkan passing grade,” jelasnya.
Sementara di Universitas Brawijaya sendiri, tahun lalu jurusan yang banyak dipilih camaba selain farmasi adalah jurusan hukum. Padahal, di 2017 lalu jurusan hukum tidak masuk 10 besar favorit. ”Prediksi saya, justru jurusan yang ada hubungannya dengan start-up,” kata Rektor UB Nuhfil Hanani saat dihubungi, Senin (21/1).
Kemudian jurusan yang masih bertahan, dipegang prodi akuntansi. Disusul, prodi agroteknologi ikut meningkat peminatnya. ”Yang menurun malah peminat kedokteran, teknologi informasi, saya dapat infonya begitu. Kemungkinan tahun ini bisa saja angkanya stagnan,” kata dia.
Sementara jurusan yang mudah disisipi camaba agar bisa diterima di UB adalah prodi seni rupa murni. Persaingannya sangat rendah, sehingga memungkinan camaba mudah diterima di UB.






