“Stadionnya bagus, begitu pula lapangannya,” ujar pelatih Timnas Uzbekistan U-23, Ravsan Xaydarov.Namun di luar pujian juga mencuat sejumlah kritik. Pelatih Timnas Korea Utara U-23, Ju Song-il menyebut sistem pencahayaan perlu diperbaiki. “Pencahayaan masih terasa kurang terang buat kami tim yang berlaga di lapangan,” kata Ju Song Il.
Korea Utara memang sempat mengalami kendala ketika dalam partai kontra Bahrain, Kamis (3/5) sore pertandingan dihentikan sejenak di babak kedua karena lampu tidak menyala maksimal. Bola.com yang melakukan reportase ajang PSSI Anniversary Cup 2018 punya catatan berkaitan kesiapan Stadion Pakansari.
Apa saja kekurangan stadion ini.Sejumlah fasilitas pendukung stadion berkapasitas 30 ribu orang ini masih terlihat kotor tak terawat. Kondisi yang agak menyedihkan terlihat di toilet stadion. Selain dekil, beberapa tidak berfungsi dengan baik.
Demikian pilar-pilar di sekitar area tribune, tampak kusam. Sampah bertebaran di sejumlah tempat. Berbeda dengan saat dipakai Timnas Indonesia bertanding di Piala AFF 2016. Cat stadion masih kinclong. Di sisi lain bangku-bangku tempat penonton menyaksikan laga mulai banyak yang rusak.
Perilaku suporter yang seringkali berdiri di atas bangku jadi penyebab utama kerusakan. Inasgoc masih punya waktu sekitar empat bulan untuk merenovasi hal-hal di atas. Besar harapan saat stadion ini dipakai bertanding dengan melibatkan tim-tim internasional kondisinya lebih baik dibanding saat ini.
(net)



