RADAR SUKABUMI – Dunia hiburan pasar malam identik dengan berbagai wahana yang memacu adrenalin. Salah satu atraksi paling ekstrem adalah tong setan atau wall of death, sebuah pertunjukan di mana pengendara motor melaju dengan kecepatan tinggi di dinding vertikal berbentuk silinder. Profesi ini selama bertahun-tahun didominasi kaum pria karena tingkat risiko yang sangat tinggi.
Namun, anggapan tersebut berhasil dipatahkan oleh seorang perempuan Indonesia bernama Karmila Purba yang kini dikenal luas sebagai salah satu joki tong setan perempuan paling berani.
Kisah Karmila menjadi sorotan publik setelah perjalanan kariernya membawanya dari arena pasar malam di Indonesia hingga tampil di Inggris. Perjalanan tersebut membuktikan bahwa keterampilan, keberanian, dan kerja keras mampu membuka peluang yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Tong setan merupakan atraksi yang mengandalkan hukum fisika dan keterampilan berkendara tingkat tinggi. Pengendara harus mencapai kecepatan tertentu, agar gaya sentrifugal mampu menjaga motor tetap menempel pada dinding vertikal. Kesalahan kecil saja dapat berakibat fatal.
Di tengah dominasi para joki pria, Karmila Purba berhasil mencuri perhatian dengan kemampuannya mengendalikan sepeda motor di lintasan ekstrem tersebut. Keberadaannya menjadi pemandangan yang tidak biasa, karena perempuan masih sangat jarang terlibat dalam profesi berisiko tinggi seperti ini.
Penampilannya yang tenang saat melaju di dinding tong setan membuat banyak penonton takjub. Popularitas Karmila tidak hanya berkembang di Indonesia. Berkat kemampuan dan dedikasinya, ia mendapat kesempatan tampil di luar negeri, termasuk di Inggris. Kesempatan tersebut menjadi pencapaian besar bagi seorang joki tong setan yang memulai karier dari arena hiburan rakyat.
Keberhasilannya tampil di Inggris menunjukkan, bahwa atraksi tradisional yang sering ditemukan di pasar malam Indonesia ternyata memiliki daya tarik internasional. Karmila menjadi salah satu sosok yang membawa nama Indonesia, melalui pertunjukan ekstrem yang memadukan keberanian dan keterampilan berkendara.
Di balik sorak-sorai penonton, profesi joki tong setan menyimpan tantangan yang tidak ringan. Para joki harus memiliki konsentrasi tinggi, kemampuan membaca kondisi lintasan, serta keberanian menghadapi risiko kecelakaan setiap kali tampil.
Fenomena joki perempuan juga mulai menarik perhatian masyarakat. Selain Karmila, beberapa perempuan lain di Indonesia diketahui menekuni profesi serupa. Salah satunya adalah Dira Artha Mevia Saragih dari Sumatera Utara yang viral karena aksinya mengendarai motor di lintasan tong setan.
Dira menjelaskan bahwa seorang joki harus mampu mencapai kecepatan sekitar 40 hingga 50 kilometer per jam, agar motor dapat bertahan di dinding vertikal dengan aman. **






