Dia mencontohkan ketika dulu mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden dalam Pilpres 2019 bersama Joko Widodo, sama sekali tidak membawa MUI. Sehingga tidak sampai merusak persaudaraan. Baik itu persaudaraan sesama umat Islam maupun bangsa Indonesia.
Ma’ruf merasakan sampai sekarang upaya provokatif untuk memecah belah bangsa masih ada. “Maka perlu membangun silaturahmi nasional. Bukan hanya silaturahmi kelompok,” tuturnya.
Dia mengatakan saat ini merupakan zaman kesamaran dan fitnah bermunculan. “Jadi kalau tidak kita pagari berbahaya,” tandasnya. Melalui silaturahmi nasional, bisa mencegah bangsa Indonesia dari perpecahan. Masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya, selama tidak sampai melampaui batas.(*)






