NASIONAL

Sering Dicari Guru, Mulai Berubah Sejak Ibunya Meninggal

×

Sering Dicari Guru, Mulai Berubah Sejak Ibunya Meninggal

Sebarkan artikel ini

Meskipun sederhana, namun rumah reot ini sangat bersejarah bagi Zohri. ”Dari sini Zohri dibesarkan dan kini bisa menjadi juara dunia. Itu sangat membanggakan,” ingat Fadilah yang terus menangis. ”Saat ini, ayah dan ibu pasti tersenyum melihat anaknya yang sudah menjadi juara dunia,” kata dia dengan terbata-bata.

Semenjak kematian ayahnya, karir Zohri terus melesat di dunia atletik. Di tiap kejuaraan nasional (kejurnas) atletik tingkat pelajar Zohri selalu menyumbangkan emas untuk NTB. Kerja keras yang dilakukan Zohri membuahkan hasil. Dia menyumbangkan dua medali emas di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 di Jawa Tengah.

Bank bjb Tandamata

Di popnas, Zohri mencatatkan waktu 10,29 detik. Dia mengalahkan pesaing terberatnya di nomor lari 100 meter Izrak asal Gorontalo Izrak Hajulu yang mencatatkan waktu 10,32 detik. Catatan waktu yang direngkuh Zohri membuat tim talent scoating dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kepincut membawanya ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

Sejak saat itu, torehan medali emas tetap dia persembahkan untuk Indonesia di ajang internasional. Di kejuaraan Asian School Games, tes event Asian Games, dan puncaknya di kejuaraan dunia.

 

(fab/jpg/JPC)