NASIONAL

Sering Dicari Guru, Mulai Berubah Sejak Ibunya Meninggal

×

Sering Dicari Guru, Mulai Berubah Sejak Ibunya Meninggal

Sebarkan artikel ini

Setelah, ibunya meninggal, pria yang akrab disapa “Badok” di desanya itu mulai berubah. Tiap azan subuh dia bangun sendiri. ”Saya tidak lelah lagi membangunkannya. Sekolahnya lebih rajin juga,” kata dia.

Sebelum ayahnya meninggal pada 2016, guru olahraganya di SMP 1 Pemenang, Rosida, pernah datang ke rumahnya. Dia meminta izin kepada bapaknya untuk mendorong Zohri untuk ikut olahraga atletik. ”Kalau dulu, Zohri ini hobinya bermain bola. Namun, setelah mendengar ceramah almarhum bapak, dia ingin terjun mengikuti olahraga atletik,” ujarnya.

Bank bjb Tandamata

Setiap selesai salat subuh, dia selalu menyempatkan diri untuk berlari ke bangsal. Larinya pun tanpa menggunakan sepatu. ”Setelah lari baru dia mandi dan berangkat ke sekolah,” ingatnya.

Dari situ, Fadilah melihat semangat Zohri untuk menekuni olahraga atletik. Setiap hari, kerjaannya hanya berlari. ”Sebelum dan sepulang sekolah dia berlari tanpa menggunakan sepatu,” ungkapnya.

Pada 2016, Zohri meminta izin untuk mengikuti kejuaraan atletik antar pelajar tingkat kabupaten/kota di Mataram. Sebelum mengikuti kejuaraan, dia meminta uang ke Fadilah untuk membeli sepatu. Sayangnya, saat itu, kakaknya tidak memiliki cukup uang untuk membelikannya sepatu. ”Dia minta waktu itu Rp 400 ribu. Tapi, satu sen pun uang saya saat itu tidak ada,” ujarnya.

Syukurnya, guru olahraganya, Rosida yang memberikannya sepatu untuk mengikuti kejuaraan itu. ”Ibu Rosida memiliki jasa yang besar terhadap Zohri,” kata dia.