NASIONAL

Melihat Secuil Kisah Para pengawal Perbatasan RI-Timor Leste

×

Melihat Secuil Kisah Para pengawal Perbatasan RI-Timor Leste

Sebarkan artikel ini
TNI
Seorang prajurit Satgas Pamtas Yonarmed 6/3 Kostrad sedang mengajarkan membaca kepada seorang murid sekolah dasar di Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Jumat (1/10/2021). (ANTARA/Bernadus Tokan)

Di sinilah sebenarnya tugas pokok seorang prajurit TNI dalam menjaga NKRI tetap berdiri tegak, kokoh, NKRI harga mati. Di sinilah tugas kami sebenarnya, katanya lagi.

Bank bjb Tandamata

“Ini kebanggaan kami dan sukanya kami. Kemudian kami banyak mengembangkan segala inovasi yang tadinya kami tidak tahu bagaimana cara kami berkomunikasi dengan masyarakat, dan bagaimana kami yang bukan sedarah tapi kami bisa diterima. Di sini pola pikir kami akan berkembang,” katanya pula.

Menurut dia, setelah diterima oleh masyarakat dan melihat kondisi kehidupan masyarakat, setiap prajurit mulai merasa tergerak untuk berpikir apa yang harus dilakukan untuk membantu masyarakat.

“Jadi setelah kami mencoba mendekat, kami menyelami ternyata ada beberapa hal yang bagaimana ini kami harus membantu mereka. Ini yang mungkin sukanya kami. Jadi pola pikir kami berkembang,” katanya.

Karena itu, katanya lagi, apabila kita mampu untuk memberikan sesuatu kepada masyarakat, maka itu adalah suka yang paling sangat luar biasa bagi seorang prajurit.

Kalau dukanya memang terutama pandemi COVID-19 ini, karena harus meninggalkan keluarga dan tidak boleh kembali selama bertugas, kecuali istri atau anak mengalami sakit keras.

“Saya sendiri mengalami satu keluarga positif COVID-19, bahkan yang membantu di rumah meninggal dunia. Itu dukanya karena kami tidak bisa menjenguk, kami tidak bisa melihat, kami tidak bisa menjaga,” katanya pula.

Kemudian ada beberapa prajuritnya yang kehilangan orangtuanya, karena masalah pandemi COVID-19.

Namun, dia sendiri melihat, semangat morilnya seluruh anggota sampai dengan hari ini, sepertinya tidak punya duka. Mereka dengan senang dan semangat tetap melakukan kegiatan-kegiatan patroli maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Contohnya mereka melakukan kegiatan operasi untuk menangkap kegiatan ilegal, dan di akhir masa purna tugas ini mereka masih mau patroli mengecek lagi patok jangan sampai nanti serah terima tidak sesuai dengan kenyataannya.

Selain kegiatan anjangsana, masih banyak lagi yang dilakukan oleh para prajurit di perbatasan RI-RDTL.

“Dari situ saya melihat bahwa prajurit saya ternyata masih semangat. Jadi kalau melihat dukanya sebenarnya sangat sedikit,” kata Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro.

Tetap solid

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan aparat TNI yang bertugas di kawasan perbatasan dengan negara asing merupakan penyangga utama bagi negara Indonesia dalam menjaga keutuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

“Kita berharap TNI terus menjaga kedaulatan negara, terutama di daerah-daerah kawasan perbatasan dengan negara asing, seperti di wilayah NTT-Timor Leste karena TNI merupakan penyangga utama dalam menjaga kedaulatan NKRI,” kata Gubernur terkait peran TNI yang pada 5 Oktober 2021 ini merayakan HUT ke-76.

Ia mengatakan keberadaan unsur TNI menjadi kekuatan utama dalam sistem pertahanan negara yang mampu menjaga keutuhan wilayah NKRI.

“Kita berharap dengan HUT ke-76 pada 2021, TNI tetap solid, karena TNI merupakan kekuatan utama bagi negara ini dalam pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya pula.

Gubernur Laiskodat menambahkan peran TNI yang bertugas menjaga keamanan wilayah-wilayah perbatasan di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) selama ini sangat baik, sehingga kondisi keamanan di kawasan perbatasan NTT dengan Timor Leste tetap dalam kondisi yang aman.