NASIONAL

Melihat Secuil Kisah Para pengawal Perbatasan RI-Timor Leste

×

Melihat Secuil Kisah Para pengawal Perbatasan RI-Timor Leste

Sebarkan artikel ini
TNI
Seorang prajurit Satgas Pamtas Yonarmed 6/3 Kostrad sedang mengajarkan membaca kepada seorang murid sekolah dasar di Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Jumat (1/10/2021). (ANTARA/Bernadus Tokan)

Tiap-tiap pos memiliki kendala masing-masing. Ada pos yang memiliki kendala listrik, air, hingga bangunan pos yang rusak, namun hal tersebut tidak menjadi kendala bagi prajurit Satgas Yonarmed 6/3 Kostrad.

Bank bjb Tandamata

Meskipun masih ada 7 pos, yakni Pos Manamas, Pos Nelu, Pos Oelbinose, Pos Naekake, Pos Oepoli Pantai, Pos Haslot, dan Pos Fatuha yang belum ada aliran listrik PLN, namun prajurit penjaga pos berupaya menggunakan solar cell.

Danpos Oelbinose Serka Lazalia menuturkan, meskipun pos penjagaan belum dialirkan listrik dari PLN, kami berusaha dengan menggunakan sumber listrik yang ada yaitu solar cell.

“Solar cell memang tidak bisa digunakan 24 jam, tetapi karena hubungan dengan masyarakat di sekitar pos yang sangat baik, sehingga apabila kami sewaktu-waktu membutuhkan listrik dari rumah warga, mereka bersedia membantu,” katanya.

Ada pula pos-pos yang masih memiliki kendala sumber air, yakni Pos Kalan, Pos Napan, Pos Oelbinose, Pos Naekake, Pos Haslot, Pos Fatuha, dan Pos Ailala.

Ada beberapa pos yang tidak memiliki sumber air, belum adanya mesin pompa air, maupun sudah menggunakan pipa, tetapi kondisi pipa sering rusak akibat terlindas kendaraan ataupun hewan ternak.

Karena itu, pos-pos melaksanakan upaya dengan mengambil air bersih secara manual di tempat sumber air terdekat di dekat pos ataupun membeli air bersih.

Danpos Ailala Letda Arm Ananda mengungkapkan, kondisi kesulitan air di Pos Ailala sudah terjadi sejak pos ini dibangun, tetapi tidak menjadi kendala bagi prajurit untuk beraktivitas.

“Kami dapat mengambil air dari sumber air yang dekat, kurang lebih jarak 500 meter dari pos, sehingga kondisi kekurangan air tidak menjadikan alasan bagi kami untuk berbuat yang terbaik bagi daerah ini,” kata Letda Arm Ananda.

Banyak Sukanya

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro mengatakan, lebih banyak sukanya ketimbang dukanya selama menjalankan tugas sebagai penjaga keamanan di wilayah perbatasan negara RI-RDTL.

“Sebenarnya lebih banyak sukanya daripada dukanya sih, selama bertugas di garis depan. Kalau sukanya kami merasa benar–benar menjadi seorang tentara yaitu dengan kami menjalankan tugas,” katanya.