KNKT Periksa Kru Pesawat Lion Air

Pada kesempatan singkat itu, Jokowi juga mengucapan selamat dan terima kasih kepada dua penyelam Sertu Marinir Hendra Syahputra dan Kopda Marinir Noor Ali serta seorang peneliti BPPT Handoko Manoto. Mereka dinilai berjasa dalam penemuan flight data recorder (FDR) pada Kamis (1/11) lalu.”Atas kecepatan penemuan black box kemarin (Kamis, Red) saya ing sampaikan terima kasih disini ada dua dari TNI dan satu dari BPPT,” kata Jokowi. Mereka bertiga lantas maju dan bersalaman dengan Jokowi.

Handoko menyebut tak ada bingkisan apapun yang diterima dari Jokowi. Dia pun diminta untuk mewakili tim Kapal Baruna Jaya I yang sebagian besar kembali lagi ke perairan Karawang untuk mencari lagi Cokpit Voice Recorder (CVR). Menurut Handoko, sinyal lokasi CVR itu sebenarnya sudah diketahui sekitar 50-100 meter dari lokasi penemuan FDR. Meskipun begitu, tapi kondisi di dalam laut menyulitkan penyelam meskipun telah membawa ping locater.

Bacaan Lainnya

”Penyelam harus berkonsentrasi tinggi untuk membedakan suara ping dengan suara kapal yang berlalu lalang,” ujar engineer bidang instrumentasi itu. Selain itu, arus bawah permukaan laut juga kuat. Meskipun berjarak 50-100 meter dari lokasi FDR tak mudah mendapatkan lokasi CVR.

Kepala Basarnas Marsekal Madya M. Syaugi menuturkan sinyal ping CVR memang sudah terdeteksi. Tapi sinyal itu tak muncul lagi. Bakal dipergunakan ping locator yang lebih sensitif untuk mencari lokasi CVR itu. ”Dari kemarin sampai tadi ini (CVR) tidak bunyi,” kata Syaugi.

Selain mencari CVR, Basarnas juga mencari puing-puing pesawat. Lokasinya tak jauh dari peemuaan FDR. Di sekitar temuan FDR itu banyak sekali berserakan puing pesawat. Termasuk ada roda dan baling-baling mesin pesawat. Pengangkatan roda itu menggunakan crane dari kapal Victory milik Pertamina. Tapi, body pesawat yang lebih besar belum juga ditemukan.

”Sampai sekarang belum ketemu itu barang (body pesawat, Red). Jadi yang banyak serpihan-serpihan seginilah kira-kira,” ungkap Syaugi sambil mengangkat dua tangan membentuk jarak sekitar semeter.Lokasi pencarian puing-puing itu saat ini memang difokuskan di sekitar temuan black box yang berjarak sekitar 500 meter arah barat laut lokasi lost contact. Puing pertama ditemukan 2-3 nautical mile arah barat daya dari posisi lost contact. Sedangkan puing-puing yang besar termasuk roda ditemukan di sebelah selatan dengan jarak 300 meter dari black box.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *