KNKT Periksa Kru Pesawat Lion Air

Haryo juga menjelaskan bahwa KNKT terus mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung penyelidikan kecelakaan pesawat PK LQP tersebut. Selain mengumpulkan keterangan dari kru pesawat, rencananya KNKT memanggil bagian tehnik hingga HRD. ”Bagian HRD nanti akan melihat kompetensi pilot. Bagaimana sertifikatnya, pelatihannya,” ungkapnya.

KNKT juga melakukan wawancara kepada saksi mata. Beberapa nelayan yang berada di sekitar tempat jatuhnya pesawat ditanyai. Dari keterangan mereka didapat baha nelayan melihat ekor pesawat yang paling terakhir masuk air. ”Kecepatannya mencapai 500 km/jam. Kami belum berani berspekulasi bagaimana jatuhnya. Namun kalau meledak di udara, tidak ada bekas terbakar,” bebernya.

Bacaan Lainnya

Dugaan kecil kemungkinan pesawat meledak di udara juga diakui investigator KNKT Ony Soerjo Wibowo. Salah satu tanda pesawat meledak di udara adalah sebaran puing yang luas. Namun pada kecelakaan ini, puing pesawat tidak jauh tersebar. Terkait dengan FDR yang ditemukan, kemarin tim investigasi KNKT tengah melakukan pengeringan. Sebelumnya, alat tersebut dicuci dengan air tawar. ”Mengeringkan dengan mesin. Biasanya 1 x 24 jam,” ucapnya. Setelah pengeringan, maka rekaman akan didownload. ”Prosesnya dua jam,” imbuhnya.

Tim KNKT yang berada di Kapal Baruna Jaya I juga mendapat tambahan 4 investigator. Dua dari internal KNKT, dua lagi dari National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika. Tidak hanya personel, mereka juga mendapatkan bantuan ping locator untuk mendeteksi black box. ”Sehinga totalnya empat,” ujarnya.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo untuk kali kedua datang langsung ke dermaga Jakarta International Container Terminal, sore kemarin. Dia memastikan pencarian jenazah korban dan bagian pesawat Lion Air tergister PK-LQP itu bisa segera tuntas dievakuasi. Karena menggunakan alat-alat canggih seperti multibeam echosounder dan side scan sonar.

”Saya titip agar gunakan seluruh kemampuan yang ada, teknologi yang ada, agar cepat untuk mencari yang belum diketemukan,” kata Jokowi didampingi Menhub Budi Karya SUmadi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala Basarnas Marsekal Madya M. Syaugi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *