Klarifikasi Ucapan Menag Soal Kemenag Hadiah untuk NU

  • Whatsapp
Menag Yaqut Cholil Qoumas

JAKARTA — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tengah menjadi buah bibir masyarakat setelah mengatakan bahwa Kementerian Agama merupakan hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini tentu tidak diterima oleh sejumlah pihak yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan dalam webinar internasional Santri Membangun Negeri yang disiarkan dalam channel YouTube TVNU, Rabu (20/10). Namun, bagaimana sebenarnya maksud dari Menag?

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Menag menceritakan bahwa ada perdebatan kecil di kementerian ketika dirinya berencana untuk merubah tagline Kemenag. Pasalnya, tagline tersebut dirasa tidak sesuai dengan Kemenag.

“Tagline Kementerian Agama itu kan Ikhlas Beramal, saya bilang ‘nggak ada ikhlas di tulis itu, namanya ikhlas itu dalam hati, kok ikhlas ditulis, ini menunjukkan nggak ikhlas’. Enggak ikhlas itu artinya mungkin kalau ada bantuan, terus minta potongan itu nggak ikhlas, kelihatannya membantu tapi minta potongan itu nggak ikhlas. Ikhlas beramal itu nggak bagus, nggak pas saya bilang,” ungkap dia dikutip JawaPos.com, Selasa (26/10).

Lalu perdebatan kecil itu terus berlanjut hingga berkembang menjadi sejarah asal-usul Kemenag. Pemicu pernyataan Kemenag adalah hadiah untuk NU bermula dari perkataan salah satu staf yang mengatakan bahwa Kemenag adalah ‘hadiah’ untuk umat Islam.

Ia pun membantah dengan mengatakan bahwa Kemenag bukan ‘hadiah’ untuk umat Islam, melainkan NU ketika pencoretan 7 kata dalam Piagam Jakarta. Adapun, ‘hadiah’ yang di maksud bukan berarti Kemenag diciptakan setelah kejadian tersebut, melainkan pemberian afirmasi kepada pendidikan agama, khususnya pesantren yang banyak berada di bawah naungan NU sebagai tanda terima kasih.

“Kemudian lahir Kementerian Agama, ya wajar sekarang kalau kita minta Dirjen Pesantren kemudian kita banyak mengafrimasi pesantren dan santri, wajar-wajar saja itu. Tidak ada yang salah,” tutur dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *