NASIONAL

Kisah Haru Orang Utan yang Dievakuasi dari Aceh

×

Kisah Haru Orang Utan yang Dievakuasi dari Aceh

Sebarkan artikel ini
DIPERIKSA: Tim medis memeriksa kondisi Sapto, Orang Utan Sumatera

“Tapi terkadang pendekatan dari otoritas kepada pemelihara memang lebih persuasif. Kami sangat menyayangkan. Kami berharap ada upaya lebih tegas lagi. Sebab, semakin sering orang memelihara Orang Utan tidak ada proses hukum,” tukasnya.

Memelihara Orang Utan berdampak buruk pada kelanjutan hidup spesies mamalia itu. YOSL-OIC menemui banyak kasus Orang Utan yang seakan asing dengan habitat aslinya karena terlalu lama dipelihara.

Bank bjb Tandamata

Mereka menyaksikan langsung bagaimana Orang Utan yang lama dipelihara begitu ketakutan saat dibawa ke konservasi. Kakinya gemetaran. Malah dia lebih berani ketika berhadapan dengan manusia.

Pada 2019, ancaman kepunahan terhadap Orang Utan meningkat. Bukaan hutan diprediksi akan semakin banyak. Tahun lalu, ada sembilan Orang Utan yang dievakuasi di Sumatera Utara. Baik yang korban konflik maupun hasil sitaan.

“Ada potensi bukaan hutan yang berpotensi menambah tingkat ancaman. Misalnya, Jalan Karo-Langkat, itu sudah di-hotmix (aspal beton, Red). Kalau tidak ada pengawasan yang ketat, maka akan ada perambahan di sekitar jalan, dan sebenarnya sudah terjadi di Tahuranya,” bebernya.

Kendati begitu, YOSL-OIC tetap berusaha berpikir positif. Terutama pada blok hutan di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Besitang. Kawasan itu terkenal menjadi sentral perambahan. Namun sekarang, mereka tidak menemukan lagi aktivitas yang bisa merusak hutan tersebut.

(jpc)