NASIONAL

Kisah Haru Orang Utan yang Dievakuasi dari Aceh

×

Kisah Haru Orang Utan yang Dievakuasi dari Aceh

Sebarkan artikel ini
DIPERIKSA: Tim medis memeriksa kondisi Sapto, Orang Utan Sumatera

Zulhilmi, dokter hewan dari YOSL-OIC yang ikut dalam proses evakuasi mengatakan, rencananya Sapto akan direhabilitasi. Dia akan dibawa ke tempat karantina The Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) di Batumbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.

“Kami akan periksa kesehatannya secara panjang. Soalnya malnutrisi. Asupan makanannya sangat sedikit,” ungkapnya.Hasil pengamatan awal dokter, anakan Orang Utan berumur 2 tahun itu tampak normal pada bagian fisik luarnya.

Bank bjb Tandamata

Tidak ada bekas luka di sekujur tubuhnya. Dari analisis sementara, lokasi penemuan Sapto memang dekat dengan habitatnya. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Nagan raya.

Dulunya kawasan tersebut adalah hutan gambut rawa tripa. Populasi Orang Utan di sana mencapai 3 ribu ekor. Kini jumlahnya diprediksi tinggal 200 ekor. “Ada ekspansi sawit secara masif. Habitat Orang Utan tergusur,” tutur Panut.

Selama ini pemelihara Orang Utan tidak pernah mendapat sanksi tegas. Hanya upaya persuasif yang dilaukan aparat terkait. Padahal biasanya mereka juga terlibat perdagangan ilegal.

Aktivitas tersebut bisa kena jerat pidana perdagangan satwa dan melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.