RADARSUKABUMI.com, -Badannya kurus kerontang. Bulu cokelatnya banyak yang rontok. Sesekali Sapto menggaruk kulitnya yang kering. Nasib Sapto sungguh malang. Sebelum menghirup udara segar, Sapto sempat terkungkung di kandang ayam.
Tangan mungil Sapto langsung menjulur keluar saat kamera saya membidiknya. Mimik wajahnya datar. Dia seolah penasaran dengan benda kotak yang menyorot wajahnya. Kondisi Sapto memang masih jauh dari kata sehat. Dia mengalami malnutrisi.
Sama seperti manusia kalau sedang sakit, dia juga tidak nafsu makan. Sesekali dia tampak aktif saat disuruh menatap ke kamera. Orang Utan juga tak mau kalah narsis dengan manusia.
Nama Sapto disematkan kepada Orang Utan jantan itu oleh petugas Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC). Selasa (22/1), mereka berhasil mengevakuasi Sapto dari pemukiman di kawasan Gampong Paya, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Nanggroe Aceh Darussalam.
Berawal dari informasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Sapto dikabarkan dipelihara oleh oknum pejabat salah satu instansi di Aceh, berinisial S. Persisnya sejak enam bulan lalu.
Sapto dibeli oknum pejabat itu dari seorang warga yang tinggal di sana. Orang Utan itu diperdagangkan karena dianggap lucu. “Jadi memang dari ladang belinya. Kemudian dibawa ke rumah,” cerita Ketua Yayasan (YOSL-OIC) Panut Hadisiswoyo, Rabu (23/1).






